Brownies Kukus alias Bolu Kukus Moka

Friday, September 23, 2011

Alkisah pada jaman dahulu kalau, saat aku mulai bergaul dengan oven dan mikser (biasanya oven dimanfaatkan untuk buat lasagna aja) brownies kukus amanda yang di bandung sedang jaya-jayanya (atau sampai sekarang ya..? soale udah lama gak dengar hebohnya). Kemudian di milis dapurbunda dibahas resep browkus atau brownies kukus ini. Maka daku-pun mencobanya. Ternyata rasa brownies kukus atau bolu kukus moka ini lumayan lah. Dan sejak saat itu aku sering membuatnya.

Seiring perjalanan waktu, bolu kukus ini hanya menjadi pajangan di blog dapurku yang lama saja. Bahkan seingatku aku belum pernah membuatnya lagi sejak aku pindah ke Depok 3 tahun yang lalu.

Kemudian hari ini aku membuat brownies kukus ini setelah sekian lama tidak hadir di meja makan rumahku. Hasilnya ternyata enak ya hehehe...

Ini resepnya brownies kukus ala rina rinso. Cara membuatnya berbeda dengan yang ada di blog dapurku yang lama. Semoga dengan cara membuat yang baru ini hasilnya lebih bagus juga.




Brownies Kukus ala rina rinso

Bahan :

4 butir telur
150 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
100 gr terigu
40 gr coklat bubuk
150 ml minyak sayur
100 ml susu kental manis
1 sdt pasta moka
meises untuk taburan bagian tengah.

Cara membuat :

1. Kocok telur, gula, dan emulsifier hingga kental.
2. Masukkan terigu dan coklat bubuk, aduk hingga rata.
3. Masukkan minyak, pasta moka dan susu kental manis, aduk rata.
4. Setelah rata masukkan 1/2 bagian adonan ke dalam loyang. Kemudian kukus dengan api sedang selama 10 menit. Setelah itu buka kukusan, taburi dengan meises, kemudian tuang lagi dengan adonan yang tersisa dan kukus lagi selama 20 menit dengan api sedang.

Untuk ukuran loyang bulat diameter 20 cm tinggi 7 cm.





Tips :
1. mengocok adonan hingga benar-benar kental.
2. selama mengukus jangan sampai adonan terkena tetesan air.
3. masak bolu kukus dengan api sedang supaya permukaan tidak bergelombang.


Oke teman-teman, selamat mencoba.

Fudgy Brownies, Cerita di Baliknya.

Wednesday, September 21, 2011


Sore ini rumahku kedatangan tamu. Anak-anak muda yang sedang giat-giatnya belajar.
Kali ini anak-anak ingin belajar membuat kue. Anak-anak ya..hehehe..akunya yang udah tua. Eh selain anak-anak Technonatura ada juga 1 orang mentor (yg kebetulan 1 almamater denganku di jurusan yang sama juga)

Aku jadi ingat kue pertama yang pernah aku buat, brownies. Saat itu aku masih di kelas 4 (atau 5 SD) dan mama gak punya oven maupun loyang. Berbekal kenekatan (baca resep dari majalah Gadis) aku pinjam oven dan loyang di tetangga sebelahku yang sudah seperti saudara. Hasilnya sudah bisa di duga...bener-bener bantat :))

Brownies pertama buatanku gosong, item, keras seperti batu, pokoknya tidak layak makan. Jadi oven dan loyang aku kembalikan ke tetanggaku tanpa ada icip-icip-nya. Ya gimana mau ngasih icip-icip kalau kue-nya gagal.

Kemudian saat aku kuliah di bandung sempat ikutan kursus masak (pertama kalinya ikutan kursus masak nih) sama Vietha Savitri. Lokasinya seingatku di jl. Rama. Materinya brownies. Ada 3 macam brownies yang di ajarkan tp sayang catatanku hilang dan aku cuma punya salinan 2 macam brownies. Salah satunya aku buat tadi sore.



Aku pilih brownies karena menurutku relatif gampang, tidak pakai alat yg neko-neko, tetapi hasilnya bisa di pujikan :)

Ini ya resepnya, aku copy paste dari coretanku.


Fudgy Brownies


Bahan :

A . 80 gr weisjman (kalau aku sih tadi pakai butter orchid merah)
150 gr dcc (tadi anak-anak bawa yg milk, jadi ya pakai yg milk aja gpp)

B. 210 gr gula kastor (tadi pakai Gulaku hijau)
3 butir telur
1/2 sdt garam (tadi gak pakai)

C. 120 gr terigu serbaguna (misalnya segitiga biru)
15 gr susu bubuk
25 gr coklat bubuk
1 sdt vanili bubuk
100 gr almond ( 60 gr di cincang untuk dimasukkan ke adonan, 40 gr untuk taburan)

Cara membuat :

1. Bahan A di tim.
2. Bahan A dan bahan B di satukan, kemudian aduk rata.
3. Masukkan bahan C sambil di aduk rata.
4. Terakhir masukkan almodn cincang dan aduk rata
5. Cetak pada loyang 10 x 30 (tadi aku pakai loyang 20 x 20)
6. Panggang 15 menit, taburi almond, kemudian masak lagi hingga matang.

Tadi pakai suhu 170-an. Trus di menit ke 15 permukaan sudah kering jadi gak jadi di tabur dengan almond.





Kemudian sambil menunggu brownies matang kita buat bolu kukus strawberry. Bahannya sama seperti bolu kukus yang coklat tapi susunya pakai strawberry. Trus karena pakai susu strawberry warnanya pucat jadi aku tambah pewarna pink beberapa tetes.


Pizza Mania Mamma Mia..!!

Monday, September 19, 2011


Entah untuk keberapa kalinya bikin pizza lagi di rumah.
Untuk pizza ini sebetulnya ada cerita di balik pembuatannya.

Alkisah mama papa datang dari surabaya. Eyangnya Nadya dan Ivan ini setiap ketemu kami anak-anak dan cucunya seringkali mengajak makan di restoran pizza yang itu tu. Dan menu favorit eyang ber-2 itu adalah Tuna Island. Kalau dilihat-lihat sebetulnya isinya sederhana kok, hanya tuna dan crab stick.

Berbekal pengalaman membuat pizza di rumah, akhirnya aku dan Nadya berencana mau membuatkan pizza spesial buat eyang kung dan eyang ti, pizza Tuna Island ala Nadya.




Semua bahan-bahan sudah siap. Pizza dough sudah aku baut beberapa hari sebelum eyang datang. Keju mozza rela sudah ada. Ikan tuna juga sudha siap. Cuma ada 1 bahan yang kurang, crab stick. Udah nyari di Foodmart, Giant, dan Hypermart gak nemu yg namanya crab stick. Walhasil gagal deh bikin surprise pizza buat eyang.

Trus daripada hati sedih gundah gulana karena gak jadi bikin pizza surprise, akhirnya malam ini aku buat pizza deh. Sayang malam ini mama papa sudah gak di rumahku lagi tapi di rumah Nungki adikku di warung jati.

Bahan dan cara membuat pizaz dough sudah pernah aku posting di blog ini.
Tapi supaya di sini ada resepnya aku copy paste ya dari tulisanku sebelumnya.



Soft Dough Pizza

Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
20 gr susu bubuk
200 ml air es
50 gr mentega putih (tp aku pakai blueband)
1 sdt garam (ya...yg ini aku malah lupa gak ngasih).

Cara membuat (ala aku) :

  1. Campur semua bahan kecuali air dan garam. Kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  2. Setelah kalis siamkan sampai adonan mengembang 2 kali. Di resep tertulis 30 menit tetapi aku kemarin biarkan proofing di suhu ruang 1 jam 15 menit.
  3. Setelah mengembang kempiskan adonan, kemudian bagi adonan menjadi 3 bagian. Bulatkan adonan dan diamkan 10 menit.
  4. Setelah didiamkan 10 menit tipiskan adonan dengan cara digiling. Kemudian tusuk-tusuk dengan garpu. Seharusnya bagian tepi adonan lebih tebal, tetapi aku kemarin rata aja semuanya.
  5. Setelah itu diamkan 30 menit sampai mengembang.
  6. Oven dengan api bawah suhu 190 derajat selama 8 menit sampai roti setengah matang.
  7. Oleskan bagian atas roti dengan saus pizza (aku kemarin pakai aus bolognaise sisa saus spaghetti), taburi dengan topping sesuka hati (kemarin aku pakai bawang bombay, paprika hijau, sosis ayam dan tuna kaleng, kemudian di atas tuna aku kasih sedikit mayones) dan taburi dengan keju mozzarela parut.
  8. Oven lagi selama 10menit sampai matang.







Ini nih gaya sang enchef menabur keju mozarela di atas pizza. Oke deh, pizza siap dipanggang dan 10 menit kemudian bisa di nikmati.

Resep mbak Titik : Kue Semprit

Saturday, September 17, 2011


Kemarin mama sama papa datang dari Surabaya. Dari surabaya banyak banget oleh-oleh yang dibawa, salah satunya kue semprit dari mbak Titik sepupuku.
Kue semprit mbak Titik ini menurutku wuenak banget deh. Renyah, harum, dan kres kres gak pakai usaha untuk makan. 1 wadah plastik bisa habis dalam 1 hari kalau gak inget :)

Beberapa tahun yang lalu aku pernah minta resepnya dan di kasih lah resepnya via telpon. Sambil ngobrol ngalor ngidul aku sempat nyatet resepnya, sayang disayang aku belum sempat praktek.

Nah pagi ini sambil ngemil kue semprit oleh-oleh ini aku coba cari resepnya, haduhhhh ternyata susah euy, karena aku lupa nyimpen dimana. Alhamdulillah aku udah pernah posting dimilis, jadi mesti obrak-abrik arsip milis dan ini dia resepnya. Sengaja aku taruh di blog biar aku juga gampang mencarinya :)

Selamat mencoba, semoga sukses seperti sepupuku itu.






Kue Semprit
Resep : by mbak Titik

Bahan :
750 gr blueband (supaya harum bisa ditambah 1/2 ons wysman)
500 gr gula
6 kuning telur
vanili
1 kg terigu
1 sdm maizena
1 sdm susu bubuk

Cara membuat :

Kocok gula dan telur sampai putih. Tambahkan blueband, kocok lagi sampai putih.
Masukkan campuran terigu, maizena dan susu bubuk sedikit demi sedikit
sampai bisa di spuit.

Maaf cara bikinnya cuma seperti itu, soalnya di telopn sih, sambil
ngobrol kesana-kemari.

Fancy Cookies atau Kukis Hias Tanpa Telur

Tuesday, September 13, 2011


Ini resep fancy cookies tanpa telur hasil utak-atik resep. Bukannya sok kreatif tetapi ada request untuk membuat kue kering hias tanpa telur dan susu karena ada yg alergi susu, telur dan coklat. Judulnya terpaksa kreatif hehehe.

Bahannya mirip dengan fancy cookies atau kukis hias pada umumnya, tapi telurnya di hilangkan sehingga konsekuensinya jumlah terigu juga dikurangi supaya hasilnya tidak terlalu keras.

Trus karena alergi telur maka untuk hiasannya terpaksa tidak bisa menggunakan royal icing karena royal icing menggunakan putih telur. Setelah googling aku dapat resep tanpa telur. Aslinya pakai gliserin, tapi mencari gliserin di Depok susah jadi gliserin aku gantikan dengan glukosa.

Ini resepnya

Kukis Hias Tanpa Telur

Bahan kukis :
300 gr margarin (bisa dicampur dengan mentega/butter)
100 gr gula halus
400 gr terigu
1 sdm vanila

Bahan icing :
1 cup icing sugar
2 sdm air
2 sdm glukosa

Cara membuat kukis :
1.Kocok margarin dengan gula hingga tercampur rata dan halus. Kemudian masukkan terigu sedikit demi sedikit sehingga adonan bisa di gilas dan di cetak.
2. Setelah adonan di cetak panggang dalam oven dengan suhu 130 derajat sampai matang (sekitar 15 - 25 menit, tergantung oven).


Cara membuat icing :
1. Campur icing sugar dengan air hingga tercampur rata, kemudian masukkan glukosa. Aduk hingga rata.
2. Icing siap diwarnai dan masukkan ke dalam kantong plastik segitiga.

Sebetulnya ini masih coret-coretan hasil uji coba kemarin dan belum aku coba lagi. Tapi daripada keburu lupa jadi aku tulis di sini dulu.

Selamat mencoba, semoga sukses.


Update : Ada lagi nih resep kukis tanpa telur yg enak. Bisa di lihat di sini ya.

Nastar Tanpa Telur ala rina rinso

Monday, August 29, 2011

Nastar ini aku buat di detik-detik terakhir bulan ramadhan 1432 H.

Gak tahu ada apa, ramadhan tahun ini kok baking blue melanda hebat. Rasanya ogah sekali masuk ke dapur. Banyak orderan yang aku tolak, bahkan proyek kue kering jadi terbengkalai karena aku sama sekali tidak mood untuk masuk ke dapur.

Kemudian sekaleng butter dan seplastik selai khusus nastar yg ada di kulkas membuatku merasa gak enak. Jadi mulailah aku menyingsingkan lengan baju dan eng ing eng..ternyata telur di kulkas cuma ada 1.

Dengan berbagai pertimbangan aku akhirnya mencoba membuat kue kering nastar tanpa telur di adonan, telur hanya digunakan sebagai olesan saja. Coba lihat resep ini, baca resep itu, dibandingkan dengan resep sebelumnya, di cek dengan resep yang sudah teruji, akhirnya dapat deh seperti yang di bawah ini komposisinya.

Alhamdulillah hasilnya enak. Mas Tras memuji kalau nastar ini uenak, renyah, wangi dan porsi selai nanasnya juga banyak :)

Nah, kalau mau mencoba ini lho resepnya.



Nastar Tanpa Telur

Bahan :
300 gr mentega/butter
300 gr margarin
650 gr terigu protein rendah
70 gr maizena
150 gr gula halus
selai nanas untuk nastar (aku beli jadi di salah satu anggota milis NCC)
kuning telur untuk olesan

Cara membuat :
1. Campur menjadi 1 mentega, margarin, dan gula halus, mikser hingga lembut. Bisa juga tidak dimikser tapi di aduk sampai rata dengan sendok kayu
2. Masukkan tepung terigu sambil diaduk, kemudian maizena.
3. Bentuk bulat-bulat. Aku buat perbutir isi selai nanas 4 gr dan kulitnya 6-8 gr.
4. Panggang dalam oven dengan suhu 150 derajat selama 15 menit,kemudian keluarkan, olesi dengan kuing telur, dan oven sekali lagi selama 15 menit. Catatan : kondisi ini tergantung kondisi oven masing-masing ya. Bisa jadi di oven anda hanya membutuhkan suhu 130 derajat atau ada yg membutuhkan suhu 170 derajat, pokoknya kenali dengan bak oven anda masing-masing.



Nastar di atas ini lebih pucat daripada nastar yg ada di atas, karena setting kamera-nya memang berbeda, trus selain itu olesan kuning telurnya juga berbeda. Foto nastar di atas kuning telurnya aku oles 2 kali, sedangkan nastar yg di bawah ini cuma dioles kuning telur 1 kali saja.

Oh iya adonan ini juga bisa diinapkan lho. Jadi ceritanya karena ngantuk sudah melanda, jadi adonan aku tutup dengan plastik dan aku masukkan ke dalam kulkas, keesokan harinya baru aku teruskan. Alhamdulillah kue keringnya tetap jadi dan tetap enak.

Selamat mencoba.

Serabi Kinca Durian

Sunday, July 31, 2011

Sepertinya enak nih buat buka puasa. Soalnya hari ini kan hari pertama puasa ramadhan.

Sebetulnya serabi atau surabi ini sudah aku buat jauh hari sebelum Sya'ban, yaitu pas ngumpul-ngumpul arek ROLAS (alumni SMPN 12 Surabaya) di Citos beberapa bulan yg lalu. Tanggapannya sih, katanya enak. Alhamdulillah...



Sebetulnya cara membuatnya mudah tetapi yang perlu waktu dan kesabaran adalah...berdiri menunggu serabi matang di depan kompor hahaha..

Soalnya 1 buah serabi baru matang sempurna setelah 4-5 menit. Lha kalau wajanku cuma 1, selama 1 jam aku maksimal cuma bisa menghasilkan 15 buah, dengan catatan tanpa ada produk gagal dan gak pakai acara ngaduk-ngaduk nuang-nuang atau membersihkan sambil di sambi mengerjakan yang lain :)


Ini resepnya ya.

Serabi Pandan

Bahan :

150 gr tepung terigu (aku pakai segitiga)
2 sdm gula pasir
1/2 sdt ragi instan
1 sdt sdm baking powder.
1 butir telur
200 ml santan
sedikit garam
sedikit pasta pandan


Cara membuat :

1. Campur terpung terigu, ragi instan, baking powder, dan gula, aduk rata.
2. Kemudian masukkan telur dan aduk rata.
3. Tuang santan sedikit demi sedikit hingga jadi adonan yang licin dan halus.
4. Masukkan pasta pandan.
5. Diamkan 30 menit, masukkan garam, dan siap di masak.
6. Bisa dimasak dengan wajan aluminium biasa, menggunakan api kecil.
7. pertama olesi wajan dengan sedikit minyak, ratakan, kemudian tuang adonan 1 sendok sayur. Masak dengan api yang sangat kecil, tunggu hingga timbul gelembung-gelembung.
8. Setelah muncul gelembung-gelembung di permukaan serabi, tutup wajan dan biarkan hingga matang.
9. Siap di hidangkan dengan kinca durian, atau kinca biasa juga tidak apa-apa.


Kinca Durian

350 ml santan (aku buat dari 100 ml santan kemasan + 250 ml air)
30 gr gula merah
1/2 sdt garam
100 gr durian (biar nendang banget rasa duriannya, pakai yg durian Medan)

Cara membuat :
Rebus santan, gula merah dan garam hingga gula larut. Setelah itu disaring.
Setelah disaring , masukkan daging durian,rebus lagi hingga mendidih. Kemudian blender semuanya hingga daging durian tercampur rata. Bagi yg suka terasa daging durian, maka duriannya tidak perlu di blender, tapi cukup di tekan-tekan/dihancurkan dengan menggunakan garpu.
Siap digunakan.




Keterangan gambar :

atas : dibuat pas ketemuan sama anak-anak alumni SMPN 12 di Citos.

bawah : dibuat pertama kali. hanya menggunakan ragi sebagai pembentuk gas dalam adonan. karena aku rasa masih kurang berlobang jadi di pembuatan serabi yang kedua selain ragi aku tambah juga baking podwer. hasilnya serabi memang lebih berlubang.

Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino