Fancy Cookies atau Kukis Hias Tanpa Telur

Tuesday, September 13, 2011


Ini resep fancy cookies tanpa telur hasil utak-atik resep. Bukannya sok kreatif tetapi ada request untuk membuat kue kering hias tanpa telur dan susu karena ada yg alergi susu, telur dan coklat. Judulnya terpaksa kreatif hehehe.

Bahannya mirip dengan fancy cookies atau kukis hias pada umumnya, tapi telurnya di hilangkan sehingga konsekuensinya jumlah terigu juga dikurangi supaya hasilnya tidak terlalu keras.

Trus karena alergi telur maka untuk hiasannya terpaksa tidak bisa menggunakan royal icing karena royal icing menggunakan putih telur. Setelah googling aku dapat resep tanpa telur. Aslinya pakai gliserin, tapi mencari gliserin di Depok susah jadi gliserin aku gantikan dengan glukosa.

Ini resepnya

Kukis Hias Tanpa Telur

Bahan kukis :
300 gr margarin (bisa dicampur dengan mentega/butter)
100 gr gula halus
400 gr terigu
1 sdm vanila

Bahan icing :
1 cup icing sugar
2 sdm air
2 sdm glukosa

Cara membuat kukis :
1.Kocok margarin dengan gula hingga tercampur rata dan halus. Kemudian masukkan terigu sedikit demi sedikit sehingga adonan bisa di gilas dan di cetak.
2. Setelah adonan di cetak panggang dalam oven dengan suhu 130 derajat sampai matang (sekitar 15 - 25 menit, tergantung oven).


Cara membuat icing :
1. Campur icing sugar dengan air hingga tercampur rata, kemudian masukkan glukosa. Aduk hingga rata.
2. Icing siap diwarnai dan masukkan ke dalam kantong plastik segitiga.

Sebetulnya ini masih coret-coretan hasil uji coba kemarin dan belum aku coba lagi. Tapi daripada keburu lupa jadi aku tulis di sini dulu.

Selamat mencoba, semoga sukses.


Update : Ada lagi nih resep kukis tanpa telur yg enak. Bisa di lihat di sini ya.

Nastar Tanpa Telur ala rina rinso

Monday, August 29, 2011

Nastar ini aku buat di detik-detik terakhir bulan ramadhan 1432 H.

Gak tahu ada apa, ramadhan tahun ini kok baking blue melanda hebat. Rasanya ogah sekali masuk ke dapur. Banyak orderan yang aku tolak, bahkan proyek kue kering jadi terbengkalai karena aku sama sekali tidak mood untuk masuk ke dapur.

Kemudian sekaleng butter dan seplastik selai khusus nastar yg ada di kulkas membuatku merasa gak enak. Jadi mulailah aku menyingsingkan lengan baju dan eng ing eng..ternyata telur di kulkas cuma ada 1.

Dengan berbagai pertimbangan aku akhirnya mencoba membuat kue kering nastar tanpa telur di adonan, telur hanya digunakan sebagai olesan saja. Coba lihat resep ini, baca resep itu, dibandingkan dengan resep sebelumnya, di cek dengan resep yang sudah teruji, akhirnya dapat deh seperti yang di bawah ini komposisinya.

Alhamdulillah hasilnya enak. Mas Tras memuji kalau nastar ini uenak, renyah, wangi dan porsi selai nanasnya juga banyak :)

Nah, kalau mau mencoba ini lho resepnya.



Nastar Tanpa Telur

Bahan :
300 gr mentega/butter
300 gr margarin
650 gr terigu protein rendah
70 gr maizena
150 gr gula halus
selai nanas untuk nastar (aku beli jadi di salah satu anggota milis NCC)
kuning telur untuk olesan

Cara membuat :
1. Campur menjadi 1 mentega, margarin, dan gula halus, mikser hingga lembut. Bisa juga tidak dimikser tapi di aduk sampai rata dengan sendok kayu
2. Masukkan tepung terigu sambil diaduk, kemudian maizena.
3. Bentuk bulat-bulat. Aku buat perbutir isi selai nanas 4 gr dan kulitnya 6-8 gr.
4. Panggang dalam oven dengan suhu 150 derajat selama 15 menit,kemudian keluarkan, olesi dengan kuing telur, dan oven sekali lagi selama 15 menit. Catatan : kondisi ini tergantung kondisi oven masing-masing ya. Bisa jadi di oven anda hanya membutuhkan suhu 130 derajat atau ada yg membutuhkan suhu 170 derajat, pokoknya kenali dengan bak oven anda masing-masing.



Nastar di atas ini lebih pucat daripada nastar yg ada di atas, karena setting kamera-nya memang berbeda, trus selain itu olesan kuning telurnya juga berbeda. Foto nastar di atas kuning telurnya aku oles 2 kali, sedangkan nastar yg di bawah ini cuma dioles kuning telur 1 kali saja.

Oh iya adonan ini juga bisa diinapkan lho. Jadi ceritanya karena ngantuk sudah melanda, jadi adonan aku tutup dengan plastik dan aku masukkan ke dalam kulkas, keesokan harinya baru aku teruskan. Alhamdulillah kue keringnya tetap jadi dan tetap enak.

Selamat mencoba.

Serabi Kinca Durian

Sunday, July 31, 2011

Sepertinya enak nih buat buka puasa. Soalnya hari ini kan hari pertama puasa ramadhan.

Sebetulnya serabi atau surabi ini sudah aku buat jauh hari sebelum Sya'ban, yaitu pas ngumpul-ngumpul arek ROLAS (alumni SMPN 12 Surabaya) di Citos beberapa bulan yg lalu. Tanggapannya sih, katanya enak. Alhamdulillah...



Sebetulnya cara membuatnya mudah tetapi yang perlu waktu dan kesabaran adalah...berdiri menunggu serabi matang di depan kompor hahaha..

Soalnya 1 buah serabi baru matang sempurna setelah 4-5 menit. Lha kalau wajanku cuma 1, selama 1 jam aku maksimal cuma bisa menghasilkan 15 buah, dengan catatan tanpa ada produk gagal dan gak pakai acara ngaduk-ngaduk nuang-nuang atau membersihkan sambil di sambi mengerjakan yang lain :)


Ini resepnya ya.

Serabi Pandan

Bahan :

150 gr tepung terigu (aku pakai segitiga)
2 sdm gula pasir
1/2 sdt ragi instan
1 sdt sdm baking powder.
1 butir telur
200 ml santan
sedikit garam
sedikit pasta pandan


Cara membuat :

1. Campur terpung terigu, ragi instan, baking powder, dan gula, aduk rata.
2. Kemudian masukkan telur dan aduk rata.
3. Tuang santan sedikit demi sedikit hingga jadi adonan yang licin dan halus.
4. Masukkan pasta pandan.
5. Diamkan 30 menit, masukkan garam, dan siap di masak.
6. Bisa dimasak dengan wajan aluminium biasa, menggunakan api kecil.
7. pertama olesi wajan dengan sedikit minyak, ratakan, kemudian tuang adonan 1 sendok sayur. Masak dengan api yang sangat kecil, tunggu hingga timbul gelembung-gelembung.
8. Setelah muncul gelembung-gelembung di permukaan serabi, tutup wajan dan biarkan hingga matang.
9. Siap di hidangkan dengan kinca durian, atau kinca biasa juga tidak apa-apa.


Kinca Durian

350 ml santan (aku buat dari 100 ml santan kemasan + 250 ml air)
30 gr gula merah
1/2 sdt garam
100 gr durian (biar nendang banget rasa duriannya, pakai yg durian Medan)

Cara membuat :
Rebus santan, gula merah dan garam hingga gula larut. Setelah itu disaring.
Setelah disaring , masukkan daging durian,rebus lagi hingga mendidih. Kemudian blender semuanya hingga daging durian tercampur rata. Bagi yg suka terasa daging durian, maka duriannya tidak perlu di blender, tapi cukup di tekan-tekan/dihancurkan dengan menggunakan garpu.
Siap digunakan.




Keterangan gambar :

atas : dibuat pas ketemuan sama anak-anak alumni SMPN 12 di Citos.

bawah : dibuat pertama kali. hanya menggunakan ragi sebagai pembentuk gas dalam adonan. karena aku rasa masih kurang berlobang jadi di pembuatan serabi yang kedua selain ragi aku tambah juga baking podwer. hasilnya serabi memang lebih berlubang.

Kastengel Renyah



Aku tahu kenapa ada orang yang menyebut keju edam sebagai keju bola, karena bentuknya memang bundar seperti bola :)

Keju Edam pada umumnya digunakan untuk membuat kastengel, seperti yang aku lakukan.

Apabila tahun yang lalu aku membuat kastengel dan kue kering keju lainnya dengan keju parmesan, maka tahun ini aku coba dengan menggunakan keju edam.

Resep kastengel ini aku ambil dari arsip resep lama, dari majalah Sedap Sekejap, tapi aku gak pakai maizena dan baking podwer.

Untuk jelasnya ini lho resepnya, semoga bermanfaat.

Kastengel

Bahan :

125 gr mentega/butter
2 kuning telur
175 gr cake flour
100 gr keju edam parut

50 gr kaju cheddar larut untuk hiasan
1 kuning telur untuk hiasan.

Cara membuat :

1. Campur dan aduk mentega dan kuning telur hingga rata.
2. Setelah tercampur rata masukkan keju edam, aduk hingga rata.
3. Setelah itu masukkan terigu, aduk hingga bisa dipulung.
4. Giling dan cetak.
5. Olesi dengan kuning telur, taburi dengan keju cheddar, panggang suhu 150 derajat celsius selama 20 menit (atau tergantung oven masing-masing).


Hasilnya kastengel yang ringan, renyah dan enak. Gak terlalu asin dibandingkan dengan resep lain.


Keterangan :

cake flour : tepung dengan protein rendah, lebih rendah daripada kunci biru
edam parut : aku parut halus, sehingga hasilnya seperti bubuk.



Perbedaan dan Persamaan Baking Soda dengan Baking Powder

Monday, July 18, 2011

Pasti yang suka coba-coba resep sering menemui kata-kata baking soda dan baking powder. Sebetulnya apa sih perbedaan dan persamaan 2 bahan kue yang bentuknya bubuk putih itu ?

Baking soda (atau soda kue) adalah bahan kue yang terdiri dari bahan kimia dengan nama natrium bikoarbonat.

Sedangkan baking powder adalah baking soda yang dicampur dengan 1-2 garam asam, misalnya monokalsium fosfat monohidrat, dikalsium dihidrat, natrium aluminium sulfat, dan lain-lain. Jangan tanya ke aku nama umumnya ya karena aku gak tahu..aku cuma menyalin dari buku Kalau Eienstein jadi Koki :)

Nah jadi sekarang sudah tahu kan perbedaan dasar dari bahan-bahan yang menyusun baking soda dengan baking powder.

Trus..trus..bagaimana dengan cara kerjanya ?

Nah,baking soda dan baking powder pada dasarnya memiliki kegunaan atau fungsi yang sama yaitu sebagai bahan pengembang. Baking soda dan baking powder membuat kue yang dipanggang bisa "naik". Karena saat baking soda atau baking powder bertemu dengan cairan, maka 2 zat kimia itu melepaskan gas CO2 atau karbondioksida ke dalam adonan basah tersebut. Gelembung-gelembung itu lah yang menyebabkan adonan kue menjadi "naik".

Tetapi ada perbedaan cara kerja 2 bahan tersebut.

Baking soda bekerja dalam lingkungan cairan yang asam seperti buttermilk, sour cream, dll.

Baking powder (yg bahannya baking soda + garam asam) dapat bekerja meskipun dalam resep tidak mengandung asam. Jadi meski tanpa sour cream atau buttermilk (bahan yg sifatnya asam) baking powder tetap dapatmenghasilkan gelembung pada adonan basah.

Lha trus kalau baking powder double acting (BPDA) itu apalagi ya..

Nah menurut si penulis, BPDA adalah baking powder yang bisa melepaskan gelembung gas CO2 saat adonan masih basah dan pada saat adonan dipanggang/dipanaskan. Oleh karena fungsinya menghasilkan gas dalam keadaan basah dan panas,maka biasanya diperlukan 2 bahan kimia yg berbeda yang bisa bekerja dalam kondisi seperti itu.

Kemudian apabila dalam 1 resep ada baking soda dan baking powder, maka sebetulnya yang mengembangkan adonan adalah baking powder. Akan tetapi apabila dalam adonan itu terdapat bahan lain yg sifatnya asam yg membuat keseimbangan terganggu, maka bikarbonat tambahan dalam baking soda bisa menetralkan kelebihan asam itu.

Rumit ya..??

Ya udah deh, daripada pusing sebaiknya sih turuti aja resep apa adanya, nanti kalau sudah tahu celah-celahnya baru deh bisa improvisasi ukuran baking soda dan baking powder atau tips dan trik menggantikannya, tetapi untuk saat ini ikuti aja saran dari resep.

Semoga bermanfaat.

Membuat Lolipop Coklat dengan Chocolate Transparance Transprint

Sunday, July 17, 2011

Tanggal 10 Juli ini SMP-ku di Surabaya membuat reuni untuk pertama kalinya sejak aku lulus SMP thn 1987. Karena setiap kali di facebook aku posting makanan melulu jadi setengah di todong bikin makanan pas acara. Tapi karena dapur di rumah mama-papa di Surabaya tidak memadai jadi aku cuma bisa membuat coklat lolipop dan cookies aja.

Kebetulan aku sedang tergila-gila dengan coklat transfer jadilah untuk lolipop kali ini aku menggunakan coklat transfer sheet itu. Coklat lolipop ini seluruhnya aku buat di Surabaya. Kebetulan juga bisa meotret untuk membuat step by step meskipun tidak sedetail step by step pembuatan coklat lolipop sebelumnya, tapi semoga bisa bermanfaat.



Pertama siapkan dulu coklat transfer sheet-nya.
Bentuknya mengingatkanku pada rugos. Tahu rugos kan ? Sederetan huruf atau gambar yg ada di selembar plastik dan kalau digosok-gosok pada suatu media maka gambarnya berpindah.
Nadh coklat transfer ini memiliki dasar seperti rugos itu. Mediany berupa plastik yg bening dan tinta-nya mudah lepas/rusak apabila tergores. Oleh karena itu hati-hati dalam menangani coklat transfer sheet ini.




Setelah itu gunting sesuai dengan bentuknya dan letakkan dalam posisi terbalik.
Maksudnya posisi tinta menghadap ke dalam sedangkan plastik ada di dasar cetakan. Karena begitu dituang dengan coklat cair maka tinta edible itu akan menempel pada coklat.



Setelah dituang dengan coklat cair, masukkan ke dalam kulkas dan biarkan hingga beku. Apabila sudah beku maka coklat dengan mudah dikeluarkan dari cetakan. Tapi ingat coklat lolipop ini belum siap dikemas, karena masih ada plastiknya kan.



Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah melepas plastik 1 per 1 dari setiap lolipop yg jadi.
Setelah plastik dilepas maka cokalt lolipop siap di kemas.

Oh iya sebagai tambahan, aku pesan coklat transfer ini ke Jurike, bisa dilihat website-nya di sini. Semoga bisa menjawab berbagai pertanyaan tentang coklat transfer ini.



Dan inilah paket goodybag yg aku siapkan sewaktu reuni kemarin.

Alhamdululillah diberi kesibukan

Thursday, June 2, 2011

Alhamdulillah di akhir bulan Mei ini aku boleh dibilang agak sibku dibandingkan dengan hari pada umumnya. Beberapa hal yang membuatku merasa tetap "hidup" adalah :

Bersama teman-teman lama dan baru berkumpul di garasi dan membuat cheesecake serta opera.


Untuk video cara menyiram ganache di atas opera supaya mulus bisa di lihat di fb-nya mbak Mira

Kemudian ada sedikit kegiatan narsis,membuat cake yg dihias dengan coklat modeling. Kegiatan one man show ini di rekam dan konon kabarnya akan ditayankan di acara coffee break TV One. Belum tahu kapan :)




Mengerjakan pesanan yang bagiku luar biasa, karena memang tidak setiap saat aku membuat cake seperti yang ini.

Atau saat ada urusan dengan edible cokalt transfer, dimana Ike yg berdomisili di Alam Sutera Serpong tidak bisa mengirim transfer sheet-nya tapi kok ya alhamdulillah di akhir pekan itu aku ada undangan di Sport Center Alam Sutera yang tidak jauh dari rumahnya Ike.
Ternyata membuat coklat dengan transfer sheet memang kelihatan lebih bagus euy, jadi ketagihan nih hehehe...sayang Ike jauh, coba kalau Iceu/mbak Uning bikin juga aku mungkin beralih pakai transfer sheet ini untuk coklat.


Jadi aku benar-benar bersyukur dan semoga teman-teman juga gak ragu-ragu lagi kalau mau main di garasi rumahku yg hangat (benar-benar hangat karena tidak ada AC cuma ada fan aja hehehe).

Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino