Sharing : mengemas doll cake

Sunday, September 19, 2010

Beberapa waktu yang lalu aku sempat berjanji dengan salah seorang teman untuk memposting bagaimana cara aku mengemas Doll Cake. Tapi sayangnya aku lupa naruh file-nya dimana. nah ceritanya beberapa waktu yang lalu aku menemukan "harta Karun" berupa file-file lamaku yang ternyata tersimpan di harddisc arsip. Dan aku menemukan foto dus/kemasan doll cake yang aku pakai.


Tinggi cake dasarnya kurang lebih 7-8 cm dan tinggi rok doll cake-nya kurang lebih 12-13 cm.



Semoga bermanfaat....

Kastengel Tanpa Telur

Monday, September 6, 2010

Aku bukan termasuk orang yang wajib punya toples berisi kue kering di hari raya alias cuek hehehe. Tapi karena terlanjur sudah beli keju edam dan sekarang teronggok di kulkas, mau tidak mau aku harus mempertanggungjawabkan keberadaan keju edam itu.

Rasa malas terus menyerangku selama bulan ramadhan ini, terutama untuk turun ke dapur. Jadi kalau mau buat kue kering kalau bisa yang gak pakai ribet.



Pas lagi bongkar-bongkar file di komputer aku menemukan resep "kaastengel ala ibu tio". Resep ini adalah resep kastengel tanpa telur di adonannya punya-nya Uci dan aku langsung memutuskan untuk membuatnya. Telur hanya di gunakan kuningnya sebagai olesan saja.

Ternyata hasilnya memang enak, renyah, dan itu tadi cocok untukku yang lagi males turun ke dapur.

Ini resepnya aku copy paste dari blog-nya Uci.




Bahan:
250 gr keju tua (edam, parmesan atau gouda)
250 gr butter
350-400 gr terigu (tergantung kondisi menteganya)
2 kuning telur untuk olesan
keju cheddar untuk taburan

Cara membuat:
1. Aduk rata keju dan butter dengan spatula, masukkan terigu sedikit-sedikit....jika sudah bisa dibentuk hentikan penambahan terigu, bentuk sesuai selera.
2. Olesi kuning telur dan taburi dengan keju cheddar.
3. Panggang dalam oven suhu 160 derajatC selama 20 menit hingga kecoklatan dan matang.



Catatanku :

* Kemarin aku pakai baker's mix blending karena gak sabar nunggu butter lembut di suhu ruang, tetapi meskipun pakai blending hasilnya tetap enak, mungkin karena keju yg aku pakai keju edam.

* Suhu yg aku pakai 150 derajat

Krema, vla instan

Sunday, September 5, 2010

Beberapa waktu yang lalu iseng beli Krema.
Apa itu Krema ?
Krema adalah salah satu merek vla instan produksi Haan.
Cara membuatnya mudah sekali, tinggal menambahkan air dingin atau susu dingin kemudian kocok hingga mengental. Bisa ditambahkan rasa sesuai selera. Kemudian vla sudah siap digunakan.



Untuk bikin apa ya vla-nya ?
Bisa untuk isian roti sus, atau kalau mau bikin African gateau tapi males bikin vla-nya :)

Tuh, lapisan di tengah sponge cake coklat itu adalah vla instan dari Krema.

Roti Boy Topping Coklat

Wednesday, September 1, 2010

Roti ini dibuat dalam rangka memberdayakan Otentic Dolce produksi Puratos. Dengan menggunakan Otentic Dolce sebagai pengganti ragi ini ternyata roti memang jadi selembut kapas... hehehe.. beneran lho. Sayang seribu sayang Otentic Dolce ini hanya dijual dalam kemasan besar untuk industri. Sedangkan aku berhasil mencoba Otentic ini pas Puratos sedang ada pameran dan kita segerombolan orang NCC ikutan. Jadi 1 kilo Otentic Dolce di bagi jadi 8. Itupun masih banyak banget karena Otentic Dolce hanya dipakai 8% dari terigu. Jadi kalau terigunya 500 gr maka pakai Otentic Dolce-nya cuma 40 gr.

Karena Otentic Dolce ini juga menggantikan ragi/yeast, jadi masa kadaluarsa Otentic sangat cepat. Katanya kalau kemasan sudah dibuka sebaiknya segera simpan di lemari es dan paling bagus digunakan dalam jangka waktu 2 minggu. Kalau terlalu lama dikhwatirkan ragi-nya sudah kurang bagus.

Jadinya sering banget aku membuat roti dengan Otentic Dolce ini. Tapi seneng juga sih karena hasilnya gak bohong, bener-bener halus dan lembut.


Salah satu cara untuk segera menghabiskan Otentic adalah dengan membuatkan roti untuk teman-teman Nadya yang setiap Selasa belajar di garasi rumah.


Resep roti pakai standar seperti yg tertulis di kemasan Otentic Dolce, cuma isi/filling dan topping-nya aja yang aku gonta-ganti.

Kali ini aku buat roti ala roti boy tetapi toppingnya rasa coklat. Fillingnya pakai butter unsalted.

Topping Coklat

Bahan :
115 gr butter unsalted
150 gr gula halus
1 1/2 sdm coklat bubuk
1 butir telur utuh
1 kuning telur
115 gr terigu protein rendah (misalnya kunci biru)
30 gr susu bubuk
1/4 sdt baking powder

Cara membuat :
1. Kocok butter dan gula sampai lembut.
2. Masukkan coklat bubuk, kocok rata. Kemudian masukkan telur, kocok sekali lagi.
3. Masukkan terigu, susu bubuk, baking powder sambil diayak dan diaduk sampai rata.
4. Masukkan ke kantong plastik segitiga. Siap digunakan.



Rice Paper

Dapat pengetahuan baru lagi nih dari ikutan Koki Kecil. Rice Paper.

Yup, kupikir rice paper itu = kulit lumpia beku yang sering aku lihat di supermarket. Makanya saat ada daftar belanja rice paper aku selalu mencari di freezer supermarket.

Ternyata aku salah besar !!


Rice paper tidak di letakkan di freezer tetapi di rak-rak biasa.

Bentuknya berupa lembaran-lembaran dengan bentuk bulat seperti piring.

Cara penggunaannya, hanya dengan merendam di air atau menutup rice paper dengan lap basah.



Bisa digunakan untuk membungkus segala macam makanan.

Saat mas Tras di Vietnam, dia makan sea food yang dibungkus dengan rice paper ini, trus di cocol ke saus.

Atau bisa juga rice paper di gunakan untuk membungkus pisang raja, parutan keju, dan meises warna-warni, kemudian di gulung seperti menggulung lumpia.

Jadi deh snack sehat untuk anak-anak.

Belajar Bersama-sama Membuat Ayam Kodok

Sunday, August 15, 2010

Hari ke-4 bulan ramadhan ini ada sedikit keramaian di garasi rumah. Ada apa gerangan ?
Ada perempuan muda cantik-cantik yang semangat 45 mau belajar membuat ayam kodok.
Gayung bersambut. Jadinya di hari ke-4 ini kita buat latihan bareng membuat Ayam Kodok.
Modal nekat aja deh sharing sama teman-teman yang bersemangat tinggi ini. Soalnya aku juga senang bikin ayam kodok.

Gak sempat bikin foto step by step-nya soalnya semuanya pada gak rela kalau kehilangan moment menelanjangi ayam dari kulitny hehehe.. Sedangkan resepnya aku pakai seperti resep yang biasa aku pakai.

Jadi foto-foto di sini adalah hasil jepretan Nadya.

Setelah belajar menguliti ayam berikutnya mencoba klapetaart Wilton dari Dapur Ajaib-nya Marlian. Nyam nyam nyam... Terima kasih Lian mau sharing tips dan trik-nya sukses membuat klapetart.

Oke jeng-jeng sekalian terima kasih sudah mau datang ke rumah ya. Kebetulan ilmuku cuma segitu jadi mohon maaf bila ada yang kurang. Dan semoga kelebihannya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.




Garasi bawah yang dihias cantik oleh anak-anak level 4 (menyambut bulan ramadhan) dimanfaatkan sebagai tempat untuk belajar membuat ayam kodok.





Selain belajar, sharing itu perlu lho. Sharing apa saja. Tapi kita gak bergunjing atau menyebar gossip kok ;)



Ayam yang sudah dihilangkan kulitnya.


Pose sebelum pulang. Masing-masing membawa 1 ekor ayam kodok yang dibuat dari ayam organik bawaan Lian. Jadi sudah pada tahu kan jeng-jeng kenapa harga ayam kodok kok segitu, karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguliti si ayamnya.




Ayam Kodok ala rina rinso

Tuesday, August 10, 2010

Ayam kodok itu apakah daging ayam dicampur dengan daging kodok ?
Begitu yang sering aku dengarkan komentarnya setiap kali aku bicara tentang ayam kodok.

Tentu saja bukan.

Ayam kodok adalah campuran daging ayam cincang, daging sapi cincang, bumbu-bumbu dan campuran keduanya dimasukkan ke dalam kulit ayam yg utuh sehingga bentuknya masih mirip dengan ayam.
Trus kodoknya dari mana ?
Mungkin karena bentuknya jadi seperti kodok :)



Sebetulnya resep ini sudah pernah aku tulis di blog dapurku yang lama. Sengaja aku tulis lagi di sini karena aku sekarang lebih suka membuat ayam kodok dengan cara yang berbeda dengan yang dulu sering aku kerjakan. Dan supaya ada posting baru dari blog ini hehehehe...

Cara menguliti bisa klik link Cara Menguliti Ayam ini ya (edit : 26 Oktober 2025)



Ayam kodok panggang ini aku panggang dengan menggunakan baking tray atau apalah yang dibeliin sama mas Tras di IKEA S'pore, jadi permukaan bawah ayam tidak bersentuhan langsung dengan alas/loyang. Begitu aku dibeliin baking tray ini aku langsung semangat bikin ayam kodok panggang.

Percobaan pertama, kulit ayam mengelupas karena aku lupa melubangi kulit dengan cara di tusuk-tusuk dengan garpu atau pisau. Akibatnya kulit robek karena tidak mempu menahan tekanan cairan daging di dalamnya. Tetapi mengenai rasa ayam kodok ini hmmm jangan ditanya enak malah menurutku lebih enak daripada ayam kodok yang di kukus terlebih dahulu. Enaknya apa ? Jus dagingnya masih utuh karena daging langsung dipanggang dan rasanya lebih "kering" dan "renyah". Sementara kalau dikukus jus dagingnya bercampur dengan uap air memasak, kemudian daging juga terasa "basah" karena sudah dimasak dengan cara di kukus.

Semuanya memang tergantung selera tetapi kalau aku sih lebih pilih cara baru yang aku gunakan, yaitu langsung dipanggang.

Untuk step by step-nya menyusul ya. Kalau ada proyek ayam kodok lagi ntar minta tolong yayangku untuk motretin step by step-nya.

Supaya tidak buka-buka lagi blog ini dia aku copy paste resep ayam kodok ala aku.



Ayam Kodok ala Rina rinso


Bahan Isi:


1 ekor ayam sekitar 800 gr, ambil dagingnya saja (kulitnya tetap utuh)

500 gr daging ayam giling

500 gr daging sapi giling

4 potong roti tawar, rendam dalam air, kemudian peras

2 butir telur ayam besar

2 sdt gula

1 ½ sdt garam (bisa dikurangi, atau sesuai selera)

½ sdt merica

¼ sdt chicken powder (misalnya royco, masako, dll) bisa juga di tiadakan atau dihilangkan
1/2 sdt pala

4 butir telur rebus (untuk isi pada ayam)

Tips : kalau bahan untuk isian ayam kodok masih ada sisa, maka bisa diberdayakan untuk membuat bakso, atau untuk daging burger.

Pengoles :

1 sdm margarin

1 sdm madu

1 sdm kecap manis

¼ sdt pala

½ sdt merica



Saus :

3 sdm mentega

2 sdm terigu (cairkan dengan 100 ml kaldu dari 500 ml kaldu yg tersedia)

5 sdm kecap manis

3 sdm kecap inggris

1 bawang bombay, cincang kasar

500 ml kaldu

2 sdt garam (bisa di skip, karena menurut usiaku tanpa garam udah asin)

2 sdt gula

½ sdt merica

½ sdt pala




Cara Membuat ayam kodok :

1. Aduk semua bahan Isi ayam kodok sampai rata (kecuali telur rebus untuk isi).

Tips : Biasanya sebelum dimasukkan ke dalam ayam aku icip dulu adonan isi ini. Caranya ambil 1 sendok makan adonan kemudian panaskan di atas wajan tanpa minyak. Kalau sudah matang bisa di icip-icip apa kekurangannya.

2. Masukkan bahan isi ke dalam kulit ayam.

Tips : Masukkan adonan isi ke dalam kantong segitiga. Potong bagian ujung plastik segitiga. Isikan adonan isi ke kulit ayam.

3. Masukkan telur rebus di 4 bagian, di samping sayap kiri-kanan dan samping paha kiri-kanan. Isi kulit ayam dengan adonan sampai penuh dan bentuknya seperti ayam utuh.

4. Jahit bagian leher dan bagian bawah ayam (utuhkan bagian “brutu-nya”) kemudian tusuk-tusuk ayak kodok supaya saat dipanggang tidak robek.

5. Olesi ayam dengan bahan pengoles. Panggang ayam sampai matang.

Tips : Ayam dipanggang selama 40 menit dan di tutup dengan aluminium foil. Kemudian buka aluminium foil dan lanjutkan memanggang 30 menit lagi, sambil sesekali di olesi dengan bahan pengoles.


Membuat saus :

1. Tumis bawang bombay dengan mentega hingga matang, masukkan semua bumbu (kecuali tepung terigu) dan 400 ml kaldu. Masak sampai mendidih.

2. Masukkan terigu cair dan aduk sampai rata. Setelah mendidih angkat.


Ayam kodok disajikan dengan saus dan dilengkapi dengan kentang goreng, wortel, buncis rebus dan mentimun.

Semoga bermanfaat.

Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino