Macaroni Schotel Edam

Wednesday, October 19, 2011




Suatu hari seorang teman baik mengirimku 1 pinggan macaroni schotel yang menurutku enak dan rasanya berbeda dengan yang biasa aku buat. Setelah meminta resepnya ternyata yang membuat berbeda adalah komponen keju edam dalam adonannya. Hmmmm ide yang menarik nih, karena masih ada keju edam di kulkas. Keju edam ini biasanya aku buat untuk kue kering, tapi dengan adanya resep makaroni schotel ini kenapa tidak.

Pada uji coba pertama yang sesuai dengan resep yang dikasih, aku kok merasakan perbedaan dengan yang dikasih sama temanku ya. Mungkin sama resep beda tangan akan memberikan beda hasil memang sedang terjadi. Kemudian di percobaan kali ini aku buat versi aku yang menurutku tak kalah enak (narsis dot com hahaha). Meskipun gak pakai bumbu kaldu bubuk (baik yg katanya mengandung MSG atau tidak mengandung MSG) rasanya nendang abis. Soalnya setelah baca buku Kalau Eisntein jadi Koki, keju adalah salah satu sumber glutamat.

Jadi untuk anda yang masih memiliki persediaan keju edam tetapi sudah bosan membuat kue kering, mungkin makaroni schotel ini bisa jadi alternatif menghabiskan keju edam anda :)




Makaroni Skotel Edam ala rina rinso

Bahan :

250 gr makaroni, rebus 3/4 matang
1 buah bawang bombay, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
100 gr keju edam parut
200 gr daging cincang
5 butir telur
500 ml susu cair
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
1/ sdt merica
1/4 sdt pala
keju cheddar parut untuk taburan


Cara membuat :

Rebus makaroni hingga 3/4 matang (maksudnya jangan sampai matang, soalnya nanti kan ada proses pemasakan lagi,kalau makaroni sudah matang nanti jadinya makaroni akan lembek banget).

Sementara makaroni rebus, buat kuahnya.

Pertama tumis bawang bombay dengan bawang putih dengan margarin dan minyak hingga harum. Kemudian masukkan daging cincang, masak sampai daging matang.

Di tempat lain campur telur dan susu, kocok asal. Masukkan tumisan ke dalam campuran susu dan telur. Kemudian tambahkan keju, gula, garam, merica, dan pala.

Masukkan ke dalam wadah tahan panas, kemudian panggang hingga 1/2 matang (aku lebih suka dengan sistem au bain marie, soalnya aman, gak akan gosong hehehe maklum single fighter di rumah apa-apa dikerjakan sendiri jadi kalau masak sering ditinggal, supaya aman di au bain marie aja). Setelah 1/2 matang taburi dengan keju dan panggang lagi hingga keju kecoklatan. Kali ini gak usah au bain marie, supaya makaroni bisa "kering".

Daging Sapi Lada Hitam ala rina rinso --- new

Saturday, October 1, 2011


Ini salah satu menu darurat kalau pas lagi makan malam tapi jatah dari katering sudah habis hehehe. Nadya dan ayahnya suka banget sama si lada hitam ini, jadi sepertinya apapun asalkan di kasih lada hitam pasti akan dimakan dengan ayah-anak itu :)

Kalau daging sapi lada hitam ini karena request dari suami tercinta untuk buat masakan sapi lada hitam. Oke deh. Setelah googling kesana-kemarin dan sempat buat juga di blog dapurku yang lama, akhirnya sekarang aku pakai resep ala rina rinso ini.

Semoga bisa menjadi inspirasi.

Daging Sapi Lada Hitam.

Bahan :

500 gr daging sapi has dalam, iris kotak bite size.
1 buah bawang bombay, iris sesuai selera.
3 siung bawang putih, cincang kasar atau di keprek.
1/2 buah paprika merah, kuning dan hijau atau ada adanya.
2 sdt lada hitam, dihancurkan/dihaluskan.
minyak goreng untuk menumis.


Saus rendaman :

3 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdm minyak wijen

Cara membuat :
1. Campur saus rendaman, masukkan daging sapi, aduk rata dan diamkan sebentar.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harus, kemudian masukkan paprika. Aduk hingga rata.
3. Masukkan daging sekaligus dengan bumbu perendamnya. Aduk rata dan masak hingga daging matang. Terakhir taburi dengan lada hitam yang sudah hancur/dihaluskan. Karena yang digunakan adalah daging has dalam maka waktu yg diperlukan untuk memasak jangan terlalu lama. Biasanya paling lama 10 menit daging sudah matang sempurna dan siap disajikan.


Tips :
  • Biasanya untuk Nadya aku tambahkan brokoli rebus. Brokoli rebus dimasukkan setelah daging sapi-nya matang, jadi si brokoli masih renyah dan tidak terlalu matang.
  • Untuk memasak ini kok tidak ada gula, garam dan merica ? mungkin begitu yg ada di benak pembaca blog-ku. Hmm sebetulnya ada lho bahan-bahan itu yg sudha terkandung dalam kecap manis dan saus tiram. jadi menurutku tanpa garam dan gula sudah cukup manis dan asinnya. jadi kalau menurut anda kurang asin feel free untuk nambah garam ke dalam masakan.
  • Memasak daging sapi lada hitam ini tidak perlu tambahan air untuk mengempukkan daging. nanti juice atau cairan dari daging akan keluar dan menambah nikmatnya makan sapi lada hitam ini.
  • Memasak daging has dalam jangan terlalu lama, karena kalau kelamaan nanti dagingnya malah alot/keras karena ikatan proteinnya terlalu kuat. Paling enak menyantap daging yang matangnya "pas".
  • lada hitam sebaiknya jangan terlalu halus, enak yg pecah tidak beraturan jadi sambil makan dagingnya sesekali ketemua ranjau lada hitam :)

Brownies Kukus alias Bolu Kukus Moka

Friday, September 23, 2011

Alkisah pada jaman dahulu kalau, saat aku mulai bergaul dengan oven dan mikser (biasanya oven dimanfaatkan untuk buat lasagna aja) brownies kukus amanda yang di bandung sedang jaya-jayanya (atau sampai sekarang ya..? soale udah lama gak dengar hebohnya). Kemudian di milis dapurbunda dibahas resep browkus atau brownies kukus ini. Maka daku-pun mencobanya. Ternyata rasa brownies kukus atau bolu kukus moka ini lumayan lah. Dan sejak saat itu aku sering membuatnya.

Seiring perjalanan waktu, bolu kukus ini hanya menjadi pajangan di blog dapurku yang lama saja. Bahkan seingatku aku belum pernah membuatnya lagi sejak aku pindah ke Depok 3 tahun yang lalu.

Kemudian hari ini aku membuat brownies kukus ini setelah sekian lama tidak hadir di meja makan rumahku. Hasilnya ternyata enak ya hehehe...

Ini resepnya brownies kukus ala rina rinso. Cara membuatnya berbeda dengan yang ada di blog dapurku yang lama. Semoga dengan cara membuat yang baru ini hasilnya lebih bagus juga.




Brownies Kukus ala rina rinso

Bahan :

4 butir telur
150 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
100 gr terigu
40 gr coklat bubuk
150 ml minyak sayur
100 ml susu kental manis
1 sdt pasta moka
meises untuk taburan bagian tengah.

Cara membuat :

1. Kocok telur, gula, dan emulsifier hingga kental.
2. Masukkan terigu dan coklat bubuk, aduk hingga rata.
3. Masukkan minyak, pasta moka dan susu kental manis, aduk rata.
4. Setelah rata masukkan 1/2 bagian adonan ke dalam loyang. Kemudian kukus dengan api sedang selama 10 menit. Setelah itu buka kukusan, taburi dengan meises, kemudian tuang lagi dengan adonan yang tersisa dan kukus lagi selama 20 menit dengan api sedang.

Untuk ukuran loyang bulat diameter 20 cm tinggi 7 cm.





Tips :
1. mengocok adonan hingga benar-benar kental.
2. selama mengukus jangan sampai adonan terkena tetesan air.
3. masak bolu kukus dengan api sedang supaya permukaan tidak bergelombang.


Oke teman-teman, selamat mencoba.

Fudgy Brownies, Cerita di Baliknya.

Wednesday, September 21, 2011


Sore ini rumahku kedatangan tamu. Anak-anak muda yang sedang giat-giatnya belajar.
Kali ini anak-anak ingin belajar membuat kue. Anak-anak ya..hehehe..akunya yang udah tua. Eh selain anak-anak Technonatura ada juga 1 orang mentor (yg kebetulan 1 almamater denganku di jurusan yang sama juga)

Aku jadi ingat kue pertama yang pernah aku buat, brownies. Saat itu aku masih di kelas 4 (atau 5 SD) dan mama gak punya oven maupun loyang. Berbekal kenekatan (baca resep dari majalah Gadis) aku pinjam oven dan loyang di tetangga sebelahku yang sudah seperti saudara. Hasilnya sudah bisa di duga...bener-bener bantat :))

Brownies pertama buatanku gosong, item, keras seperti batu, pokoknya tidak layak makan. Jadi oven dan loyang aku kembalikan ke tetanggaku tanpa ada icip-icip-nya. Ya gimana mau ngasih icip-icip kalau kue-nya gagal.

Kemudian saat aku kuliah di bandung sempat ikutan kursus masak (pertama kalinya ikutan kursus masak nih) sama Vietha Savitri. Lokasinya seingatku di jl. Rama. Materinya brownies. Ada 3 macam brownies yang di ajarkan tp sayang catatanku hilang dan aku cuma punya salinan 2 macam brownies. Salah satunya aku buat tadi sore.



Aku pilih brownies karena menurutku relatif gampang, tidak pakai alat yg neko-neko, tetapi hasilnya bisa di pujikan :)

Ini ya resepnya, aku copy paste dari coretanku.


Fudgy Brownies


Bahan :

A . 80 gr weisjman (kalau aku sih tadi pakai butter orchid merah)
150 gr dcc (tadi anak-anak bawa yg milk, jadi ya pakai yg milk aja gpp)

B. 210 gr gula kastor (tadi pakai Gulaku hijau)
3 butir telur
1/2 sdt garam (tadi gak pakai)

C. 120 gr terigu serbaguna (misalnya segitiga biru)
15 gr susu bubuk
25 gr coklat bubuk
1 sdt vanili bubuk
100 gr almond ( 60 gr di cincang untuk dimasukkan ke adonan, 40 gr untuk taburan)

Cara membuat :

1. Bahan A di tim.
2. Bahan A dan bahan B di satukan, kemudian aduk rata.
3. Masukkan bahan C sambil di aduk rata.
4. Terakhir masukkan almodn cincang dan aduk rata
5. Cetak pada loyang 10 x 30 (tadi aku pakai loyang 20 x 20)
6. Panggang 15 menit, taburi almond, kemudian masak lagi hingga matang.

Tadi pakai suhu 170-an. Trus di menit ke 15 permukaan sudah kering jadi gak jadi di tabur dengan almond.





Kemudian sambil menunggu brownies matang kita buat bolu kukus strawberry. Bahannya sama seperti bolu kukus yang coklat tapi susunya pakai strawberry. Trus karena pakai susu strawberry warnanya pucat jadi aku tambah pewarna pink beberapa tetes.


Pizza Mania Mamma Mia..!!

Monday, September 19, 2011


Entah untuk keberapa kalinya bikin pizza lagi di rumah.
Untuk pizza ini sebetulnya ada cerita di balik pembuatannya.

Alkisah mama papa datang dari surabaya. Eyangnya Nadya dan Ivan ini setiap ketemu kami anak-anak dan cucunya seringkali mengajak makan di restoran pizza yang itu tu. Dan menu favorit eyang ber-2 itu adalah Tuna Island. Kalau dilihat-lihat sebetulnya isinya sederhana kok, hanya tuna dan crab stick.

Berbekal pengalaman membuat pizza di rumah, akhirnya aku dan Nadya berencana mau membuatkan pizza spesial buat eyang kung dan eyang ti, pizza Tuna Island ala Nadya.




Semua bahan-bahan sudah siap. Pizza dough sudah aku baut beberapa hari sebelum eyang datang. Keju mozza rela sudah ada. Ikan tuna juga sudha siap. Cuma ada 1 bahan yang kurang, crab stick. Udah nyari di Foodmart, Giant, dan Hypermart gak nemu yg namanya crab stick. Walhasil gagal deh bikin surprise pizza buat eyang.

Trus daripada hati sedih gundah gulana karena gak jadi bikin pizza surprise, akhirnya malam ini aku buat pizza deh. Sayang malam ini mama papa sudah gak di rumahku lagi tapi di rumah Nungki adikku di warung jati.

Bahan dan cara membuat pizaz dough sudah pernah aku posting di blog ini.
Tapi supaya di sini ada resepnya aku copy paste ya dari tulisanku sebelumnya.



Soft Dough Pizza

Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
20 gr susu bubuk
200 ml air es
50 gr mentega putih (tp aku pakai blueband)
1 sdt garam (ya...yg ini aku malah lupa gak ngasih).

Cara membuat (ala aku) :

  1. Campur semua bahan kecuali air dan garam. Kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  2. Setelah kalis siamkan sampai adonan mengembang 2 kali. Di resep tertulis 30 menit tetapi aku kemarin biarkan proofing di suhu ruang 1 jam 15 menit.
  3. Setelah mengembang kempiskan adonan, kemudian bagi adonan menjadi 3 bagian. Bulatkan adonan dan diamkan 10 menit.
  4. Setelah didiamkan 10 menit tipiskan adonan dengan cara digiling. Kemudian tusuk-tusuk dengan garpu. Seharusnya bagian tepi adonan lebih tebal, tetapi aku kemarin rata aja semuanya.
  5. Setelah itu diamkan 30 menit sampai mengembang.
  6. Oven dengan api bawah suhu 190 derajat selama 8 menit sampai roti setengah matang.
  7. Oleskan bagian atas roti dengan saus pizza (aku kemarin pakai aus bolognaise sisa saus spaghetti), taburi dengan topping sesuka hati (kemarin aku pakai bawang bombay, paprika hijau, sosis ayam dan tuna kaleng, kemudian di atas tuna aku kasih sedikit mayones) dan taburi dengan keju mozzarela parut.
  8. Oven lagi selama 10menit sampai matang.







Ini nih gaya sang enchef menabur keju mozarela di atas pizza. Oke deh, pizza siap dipanggang dan 10 menit kemudian bisa di nikmati.

Resep mbak Titik : Kue Semprit

Saturday, September 17, 2011


Kemarin mama sama papa datang dari Surabaya. Dari surabaya banyak banget oleh-oleh yang dibawa, salah satunya kue semprit dari mbak Titik sepupuku.
Kue semprit mbak Titik ini menurutku wuenak banget deh. Renyah, harum, dan kres kres gak pakai usaha untuk makan. 1 wadah plastik bisa habis dalam 1 hari kalau gak inget :)

Beberapa tahun yang lalu aku pernah minta resepnya dan di kasih lah resepnya via telpon. Sambil ngobrol ngalor ngidul aku sempat nyatet resepnya, sayang disayang aku belum sempat praktek.

Nah pagi ini sambil ngemil kue semprit oleh-oleh ini aku coba cari resepnya, haduhhhh ternyata susah euy, karena aku lupa nyimpen dimana. Alhamdulillah aku udah pernah posting dimilis, jadi mesti obrak-abrik arsip milis dan ini dia resepnya. Sengaja aku taruh di blog biar aku juga gampang mencarinya :)

Selamat mencoba, semoga sukses seperti sepupuku itu.






Kue Semprit
Resep : by mbak Titik

Bahan :
750 gr blueband (supaya harum bisa ditambah 1/2 ons wysman)
500 gr gula
6 kuning telur
vanili
1 kg terigu
1 sdm maizena
1 sdm susu bubuk

Cara membuat :

Kocok gula dan telur sampai putih. Tambahkan blueband, kocok lagi sampai putih.
Masukkan campuran terigu, maizena dan susu bubuk sedikit demi sedikit
sampai bisa di spuit.

Maaf cara bikinnya cuma seperti itu, soalnya di telopn sih, sambil
ngobrol kesana-kemari.

Fancy Cookies atau Kukis Hias Tanpa Telur

Tuesday, September 13, 2011


Ini resep fancy cookies tanpa telur hasil utak-atik resep. Bukannya sok kreatif tetapi ada request untuk membuat kue kering hias tanpa telur dan susu karena ada yg alergi susu, telur dan coklat. Judulnya terpaksa kreatif hehehe.

Bahannya mirip dengan fancy cookies atau kukis hias pada umumnya, tapi telurnya di hilangkan sehingga konsekuensinya jumlah terigu juga dikurangi supaya hasilnya tidak terlalu keras.

Trus karena alergi telur maka untuk hiasannya terpaksa tidak bisa menggunakan royal icing karena royal icing menggunakan putih telur. Setelah googling aku dapat resep tanpa telur. Aslinya pakai gliserin, tapi mencari gliserin di Depok susah jadi gliserin aku gantikan dengan glukosa.

Ini resepnya

Kukis Hias Tanpa Telur

Bahan kukis :
300 gr margarin (bisa dicampur dengan mentega/butter)
100 gr gula halus
400 gr terigu
1 sdm vanila

Bahan icing :
1 cup icing sugar
2 sdm air
2 sdm glukosa

Cara membuat kukis :
1.Kocok margarin dengan gula hingga tercampur rata dan halus. Kemudian masukkan terigu sedikit demi sedikit sehingga adonan bisa di gilas dan di cetak.
2. Setelah adonan di cetak panggang dalam oven dengan suhu 130 derajat sampai matang (sekitar 15 - 25 menit, tergantung oven).


Cara membuat icing :
1. Campur icing sugar dengan air hingga tercampur rata, kemudian masukkan glukosa. Aduk hingga rata.
2. Icing siap diwarnai dan masukkan ke dalam kantong plastik segitiga.

Sebetulnya ini masih coret-coretan hasil uji coba kemarin dan belum aku coba lagi. Tapi daripada keburu lupa jadi aku tulis di sini dulu.

Selamat mencoba, semoga sukses.


Update : Ada lagi nih resep kukis tanpa telur yg enak. Bisa di lihat di sini ya.

Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino