Showing posts with label tanpa MSG. Show all posts
Showing posts with label tanpa MSG. Show all posts

Soto Daging

Tuesday, October 11, 2016

Ada daging kurban masih teronggok di dalam freezer. Pas dilihat ternyata isinya daging sandung lamur yg berlemak itu. Dengan daging itu, aku buat Soto daging. Dengan bumbu yg sederhana ternyata rasanya (menurutku) enak dan gurih banget. Berikut resepnya, siapa tahu mau nyobain.






Soto Daging Bening.

Bahan :
1 kg daging sandung lamur, potong kotak
3 batang serai
5 lembar daun jeruk purut

Bumbu halus :
8 bawang merah
5 bawang putih

1 ruas jahe, di memarkan
1 buah kunyit, dibakar Dan di memarkan
Garam secukupnya
Merica sesuai selera

Pelengkap :
Kerupuk
Jeruk nipis
Cabe rawit/sambal bawang
Bawang goreng
Soun
Bawang daun

Cara membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan serai, daun jeruk purut, aduk sampai harum.

2. Masukkan potongan daging. Masak sampai daging berubah warna. Tambahan air (sekitar 2 liter). Kemudian rebus hingga daging matang dan empuk (kalau aku, pakai panci presto, biar cepat matang dan empuk). Tambahan  garam Dan merica sesuai selera.

3. Hidangkan dengan pelengkap.


Catatan :

Sepertinya yg membuat gurih karena daging sandung lamur nya itu deh. Bagna lemaknya membuat soto guríh tanpa tambahan penyedap atau MSG.
Dagingnya aku potong dalam keadaan mentah.
Jahe dan kunyit bisa disertakan dihaluskan dengan bawang putih dan bawang merah.
Resep ini aku posting juga di instagramku.





Chicken Egg Roll

Monday, February 29, 2016

Aku memdapat resep ini dari tangan pertama, Molly, sekitar 11-12 tahun yg lalu.
Ketemuan di lapangan di daerah Geger Kalong sambil mendatangi kajian.
Alasannya, karena Nadya kecil suka makan di HHB Dan Molly punya resep dari hasil kursus di Bandung.
Resep di posting di milis Dapur Bunda, dannnnn boom sampai sekarang resep ini masih jadi favoritku karena memang mirip dengan yang dijual.
Dalam mencoba resep sebisa mungkin aku mengikuti apa adanya tanpa banyak modifikasi, kecuali yg memang harus aku hindari.
Berikut resep aslinya dari Molly dan ada sedikit catatanku.
Makasih ya neng Molly.





CHICKEN EGG ROLL

Bahan A:
300 gr daging ayam cincang kasar
50 gr lemak ayam poting2 kecil
(Aku pakai 350 gr daging paha Ayam, di haluskan pakai fp tapi gak sampai halus banget).

Bahan B:
1 st ang ciu/ sake (aku skip)
1 st kecap asin./ kikoman (aku pakai Tai Hua yg sudah halal)
1 st garam halus
1 st gula pasir
2 sm minyak ayam (aku skip)
40 cc putih telur ayam
½ st minyak wijen
½ st vetcin (optional) (aku skip)
¼ st merica bubuk
1 st bw putih cincang goreng
1 sm muncung maizena

Bahan C:
4 bt telur ayam ukuran sedang (cukup 3 bt jika telurnya besar2)
(Aku 3 butir telur plus 2 kuning telur sisa adonan daging)
80 gr terigu
20 gr custard powder (agar kuning) jika tidak ada pakai maizena saja
160 cc air
½ st garam halus
½ st vetcin (optional) (gak pakai)
1 sm mentega cair (aku pakai minyak goreng dg jumlah sama)


Cara membuat:
Satukan bahan A, beri bahan B aduk sampai rata betul.

Untuk bahan C: kocok telur, garam, vetcin, beri terigu , custard , mentega cair, aduk , lalu saring dan dibuat dadar. Jadi kira-kira 6 lembar dadar. Isi ½ atau 1/3  bag dadar dengan adonan isi, gulung spt lumpia rekatkan dengan campuran terigu air yg menyerupai pasta. kukus 20 menit setelah dingin, potong2 dan digoreng


Selamat mencoba

Ekkado ala Rina Rinso

Monday, September 30, 2013





Ekkado adalah salah satu menu favorit kalaulagi makan di restoran fast food jepang itu. Tapi sayangnya Ivan gak suka dengan telur puyuh rebus yang ada di bagian dalamnya. Walhasil seringnya si telur puyuh rebus dimakan sama si kakak :)

Karena yang ini gak pakai telur puyuh rebus di dalamnya, makanya dikasih nama ekkado ala rina rinso:)

Bahan-bahannya di adaptasi dari resep ekkado yang di dapat Molly saat kursus masakan jepang di bandung sekian tahun yg lalu (yg jelas saat itu Nadya masih balita). Semoga sharing ini bermanfaat.


Ekkado ala rina rinso

Bahan :
250 gr udang kupas
150 gr daging ayam bagian paha

Kulit kembang tahu (kalau bisa yg tipis)
Benang kasur

Bumbu-bumbu:
1 sdt air jeruk nipis
1 sdt kecap manis
1/2 sdt garam
3 sdm tepung tapioka
1 sdt minyak wijen
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdt kecap ikan

 Cara membuatnya :

Masukkan daging udang, ayam, dan semua bumbu ke dalam food processor dan giling sehingga semuanya tercampur rata.

 

Potong kulit kembang tahu 10 x 10 cm dan beri isian 1 sendok makan.Ikat dengan tali benang kasur dan kukus hingga matang.

Kulit kembang tahu-nya ternyata asin sekali, jadi untuk menyiasatinya aku siapkan 1 piring isi air, sebelum lembaran kulit tahu aku isi aku celup dulu ke piring isi air supaya terbilas sedikit rasa asinnya. Setelah dicelup air baru diberi isian.


Setelah matang, ekkado bisa di goreng.
Dan inilah penampakan ekkado ala rina rinso alias ekkado yg gak pakaitelur puyuh rebus di dalamnya.



Rasanya ?
Ga beda jauh dengan yang di resto jepang itu, alhamdulillah :)

Chicken Katsu

Friday, April 19, 2013

Terkadang hanya memerlukan sedikit bahan saja bisa membuat masakan menjadi istimewa. Tidak diperlukan berbagai macam rempah yang harum, sudah membuatnya istimewa. Termasuk si chicken katsu ini.

Resep ini aku dapat dari neng imol (Molly) sejak jaman dahulu kala saat Nadya masih balita (dan sekarang Nadya sudah jadi gadis ABG 11 tahun) beberapa kali buat (tapi bukan favorit karena di rumah bukan penggemar daging dada ayam hehehe) puas dengan hasilnya tapi gak pernah di dokumentasikan.

Secara kali ini banyak bagian dada ayam di freezer dan si ayah sudah protes meminta aku untuk segera mengosongkan freezer, maka bagian dada ayam aku manfaatkan saja untuk chicken katsu dan chicken cordon bleu. Untuk chicken katsu alhamdulillah sudah lulus karena beberapa kali sudah pernah buat, sedangkan untuk chicken cordon bleu mesti remedial dulu karena ini adalah percobaan pertama hehehe.

Untuk chicken katsu aku meniru apa yang ditulis di resep Molly, hanya skip bagian vetsin saja. Dan menurutku rasanya sih hokben banget gitu.




Chicken Katsu

Bahan :
  • dada ayam dari 1 ekor ayam, potong menjadi 2 dan masing-masing di belah,sehingga menghasilkan 4 buah potong daging dada ayam
  • 2 butir telur
  • 2 sdm susu evaporated
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • garam
  • merica
  • tepung terigu
  • tepung panko (tepung roti yg kasar)

Cara membuat :

  • Lumuri daging aya dengan jeruk nipis, garam, dan merica.
  • Campur telur dengan susu evaporated, kocok hingga menyatu.


Penyelesaian:

  • Lumuri daging ayam yg sudah dibumbui ke dalam tepung terigu kering. 
  • Masukkan ke dalam kocokan telur. Masukkan sekali lagi ke dalam terigu, celup sekali lagi ke dalam kocokan telur.
  • Terakhir lumuri dengan tepung panko.
  • Simpan dalam lemari es kurang lebih 30 menit, supaya tepung panko melekat erat.
  • Apabila akan di goreng, siapkan penggorengan dengan minyak yg banyak, nyalakan api sedang-kecil. Apabila sudah panas masukkan daging ayam dan goreng hingga warna tepung roti kecokelatan.
  • Chicken katsu sudah siap dihidangkan .


Daging Sapi Lada Hitam ala rina rinso --- new

Saturday, October 1, 2011


Ini salah satu menu darurat kalau pas lagi makan malam tapi jatah dari katering sudah habis hehehe. Nadya dan ayahnya suka banget sama si lada hitam ini, jadi sepertinya apapun asalkan di kasih lada hitam pasti akan dimakan dengan ayah-anak itu :)

Kalau daging sapi lada hitam ini karena request dari suami tercinta untuk buat masakan sapi lada hitam. Oke deh. Setelah googling kesana-kemarin dan sempat buat juga di blog dapurku yang lama, akhirnya sekarang aku pakai resep ala rina rinso ini.

Semoga bisa menjadi inspirasi.

Daging Sapi Lada Hitam.

Bahan :

500 gr daging sapi has dalam, iris kotak bite size.
1 buah bawang bombay, iris sesuai selera.
3 siung bawang putih, cincang kasar atau di keprek.
1/2 buah paprika merah, kuning dan hijau atau ada adanya.
2 sdt lada hitam, dihancurkan/dihaluskan.
minyak goreng untuk menumis.


Saus rendaman :

3 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdm minyak wijen

Cara membuat :
1. Campur saus rendaman, masukkan daging sapi, aduk rata dan diamkan sebentar.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harus, kemudian masukkan paprika. Aduk hingga rata.
3. Masukkan daging sekaligus dengan bumbu perendamnya. Aduk rata dan masak hingga daging matang. Terakhir taburi dengan lada hitam yang sudah hancur/dihaluskan. Karena yang digunakan adalah daging has dalam maka waktu yg diperlukan untuk memasak jangan terlalu lama. Biasanya paling lama 10 menit daging sudah matang sempurna dan siap disajikan.


Tips :
  • Biasanya untuk Nadya aku tambahkan brokoli rebus. Brokoli rebus dimasukkan setelah daging sapi-nya matang, jadi si brokoli masih renyah dan tidak terlalu matang.
  • Untuk memasak ini kok tidak ada gula, garam dan merica ? mungkin begitu yg ada di benak pembaca blog-ku. Hmm sebetulnya ada lho bahan-bahan itu yg sudha terkandung dalam kecap manis dan saus tiram. jadi menurutku tanpa garam dan gula sudah cukup manis dan asinnya. jadi kalau menurut anda kurang asin feel free untuk nambah garam ke dalam masakan.
  • Memasak daging sapi lada hitam ini tidak perlu tambahan air untuk mengempukkan daging. nanti juice atau cairan dari daging akan keluar dan menambah nikmatnya makan sapi lada hitam ini.
  • Memasak daging has dalam jangan terlalu lama, karena kalau kelamaan nanti dagingnya malah alot/keras karena ikatan proteinnya terlalu kuat. Paling enak menyantap daging yang matangnya "pas".
  • lada hitam sebaiknya jangan terlalu halus, enak yg pecah tidak beraturan jadi sambil makan dagingnya sesekali ketemua ranjau lada hitam :)

Pastel Tutup Keju ala rina rinso

Sunday, February 20, 2011



Hari ini Ivan mengeluh sakit perut...huhuhu..bisa jadi karena semalam dia gak mau makan. Trus sembelit juga....huuuu...makin sedih deh aku. Akhirnya keluar jurus makanan one dish meal yang disukai Ivan, yaitu pastel tutup. Karena untuk anak balita (yup Ivan masih balita karena usianya belum genap 4 tahun) jadi untuk isinya aku buat seperti sup aja (gak pakai krim atau susu) dan kentang penutupnya aku kasih keju biar lebih gurih.

Ini resep yg sebetulnya asal cemplung, semoga bisa jadi inspirasi.



Pastel Tutup Keju ala rina rinso

Bahan kentang (ga pakai garam karena keju sudah asin, plus untuk balita)
300 gr kentang, rebus, haluskan
75 gr keju cheddar, parut
1 butir telur
1 sdm margarin
1/4 sdt merica

Bahan sup
100 gr buncis, potong kecil
1 buah jagung manis, di sisir
150 gr wortel, iris kotak tipis
1 pasang paha ayam, ambil dagingnya, potong kotak kecil
3 butir telur, rebus, belah 2
garam, merica dan gula sesuai selera
1/2 bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
daun seledri
minyak untuk menumis

Cara membuat :
Campur kentang rebus yang sudah dihaluskan dengan telur, keju, dan merica, serta margarin.

Untuk membuat sup :
Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan minyak goreng hingga harum, kemudian masukkan wortel. berli air kurang lebih 150 cc. Rebus hingga wortel setengah empuk.
Selanjutnya masukkan jagung dan buncis, masak sampai matang.
Terakhir masukkan potongan ayam dan daun seledri. Setelah daging ayam berubah warna tambahkan garam, merica, dan gula pasir.

Cara menyusun :

Masukkan 2 sdm sup dan sedikit kuah, 1/2 butir telur rebus dan tutup dengan 2 sdm adonan kentang.
Masukkan ke dalam oven. Panggang selama kurang lebih 20 menit dengan suhu 180 derajat.

Untuk 6 buah mangkok seukuran kurang lebih 200 ml.

Nah...dengan menu seperti itu Ivan lahap memakan sayur mayur.


Nasi Tim Ayam ala rina rinso

Wednesday, October 20, 2010




Apa bedanya nasi tim dengan nasi perorangan ?
Nahh pasti bingung kan...nasi tim di situ maksudnya nasi team (rice team kali ya).
Gak lucu ya... hmmm padahal idenya dari celetukan adikku yg polos sekian tahun yang lalu.
Jadi ceritanya aku pernah dioperasi di telapak kaki di Borromeus Bandung sama Dokter Tim (Timotius). Trus pas adikku datang dari Surabaya dia mendengar percakapanku dengan mas Tras tentang kontrol ke dokter Tim akhirnya dia tanya dengan polos

"Mbak emang opo bedane dokter tim karo dokter perorangan ?"

Pertanyaannya gak salah, tapi aku dan mas Tras langsung ngakak karena maksudku dan mas Tras dokter tim itu adalah dokter Timotius dokter di Borromeus, sedangkan di benaknya Toni dokter tim itu adalah team dokter sekumpulan dokter yang merawatku :))

Makanya sekarang kalau inget nasi tim jadi inget dokter Tim dan jadinya inget dokter perorangan jadinya ujung-ujung nasi tim juga jadi nasi per-orangan ;)

Balik lagi ke nasi tim ayam, sebetulnya ini bukan murni nasi tim karena nasinya gak di tim, tetapi tetap di aron kemudian di kukus.

Menu ini jadi salah satu favorit anak-anak dan aku secara bikinnya gampang dan untuk tumisan ayamnya bisa dibuat untuk yang lain, misalnya untuk bikin mi ayam jamur.

Nah ini dia menu makan siang Nadya siang ini.



Nasi Tim Ayam ala rina rinso

Bahan :
5 potong fillet paha ayam (kurang lebih 600 gr daging ayam)

1 kaleng jamur champignon, iris tipis atau kotak, terserah anda

8 siung bawang putih, cincang halus

4 sdm kecap manis

2 sdm kecap asin

2 sdm minyak wijen

garam, merica.

2 cup beras

kaldu untuk merebus/mengaron nasi
4 butir telur, direbus.
4 sdm minyak goreng untuk menumis



Cara membuat :


1. Potong-potong fillet paha ayam, kemudian beri kecap asin, kecap manis dan minyak wijen, sisihkan.


2. Cuci beras, sisihkan.


3. Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih sampai harum. Sisihkan 1/2 bagian tumisan bawang putih. Setelah disisihkan, masukkan ayam yang sudah di marinade dengan kecap manis, asin dan minyak wijen. Masukkan jamur yang sudah dipotong. Masak dengan api besar sampai ayam matang, tidak usah terlalu lama masak ayam, toh nanti setelah itu akan dikukus lagi, jadi jangan khawatir.

4. Setelah tumisan ayam matang, pindahkan ke dalam wadah lain.

5. Di tempat yg sama masukkan sisa tumisan bawang putih yang tadi sudah di sisihkan. Kemudian masukkan beras dan kaldu sebanyak takaran air yang di perlukan. Kalau aku, karena aku biasa menggunakan rice cooker jadi aku menggunakan air seukuran di rice cooker yang biasa aku pakai. Masak sampai kaldu habis dan nasi sudah menyerap kaldu.


6. Siapkan 8 mangkok ukuran personal. Telur rebus di belah jadi 2. Setiap mangkok di isi dengan 1/2 butir telur rebus, 3 sdm tumisan ayam (kurang lebih) dan nasi yang sudah di aron dengan kalsu tadi.


7. Kukus nasi tim selama 40 menit.


8. Nasi tim ayam siap dihidangkan.



Tips-ku.

Oh iya masak ayam jangan terlalu lama supaya daging ayam tetap lembut dan tidak keras. Karena menurutku daging yang dimasuk overcooked atau terlalu matang malah kurang sedap karena saripati ayam sudah hilang.

Selamat mencoba, semoga bisa jadi inspirasi.


Ayam Kodok ala rina rinso

Tuesday, August 10, 2010

Ayam kodok itu apakah daging ayam dicampur dengan daging kodok ?
Begitu yang sering aku dengarkan komentarnya setiap kali aku bicara tentang ayam kodok.

Tentu saja bukan.

Ayam kodok adalah campuran daging ayam cincang, daging sapi cincang, bumbu-bumbu dan campuran keduanya dimasukkan ke dalam kulit ayam yg utuh sehingga bentuknya masih mirip dengan ayam.
Trus kodoknya dari mana ?
Mungkin karena bentuknya jadi seperti kodok :)



Sebetulnya resep ini sudah pernah aku tulis di blog dapurku yang lama. Sengaja aku tulis lagi di sini karena aku sekarang lebih suka membuat ayam kodok dengan cara yang berbeda dengan yang dulu sering aku kerjakan. Dan supaya ada posting baru dari blog ini hehehehe...

Cara menguliti bisa klik link Cara Menguliti Ayam ini ya (edit : 26 Oktober 2025)



Ayam kodok panggang ini aku panggang dengan menggunakan baking tray atau apalah yang dibeliin sama mas Tras di IKEA S'pore, jadi permukaan bawah ayam tidak bersentuhan langsung dengan alas/loyang. Begitu aku dibeliin baking tray ini aku langsung semangat bikin ayam kodok panggang.

Percobaan pertama, kulit ayam mengelupas karena aku lupa melubangi kulit dengan cara di tusuk-tusuk dengan garpu atau pisau. Akibatnya kulit robek karena tidak mempu menahan tekanan cairan daging di dalamnya. Tetapi mengenai rasa ayam kodok ini hmmm jangan ditanya enak malah menurutku lebih enak daripada ayam kodok yang di kukus terlebih dahulu. Enaknya apa ? Jus dagingnya masih utuh karena daging langsung dipanggang dan rasanya lebih "kering" dan "renyah". Sementara kalau dikukus jus dagingnya bercampur dengan uap air memasak, kemudian daging juga terasa "basah" karena sudah dimasak dengan cara di kukus.

Semuanya memang tergantung selera tetapi kalau aku sih lebih pilih cara baru yang aku gunakan, yaitu langsung dipanggang.

Untuk step by step-nya menyusul ya. Kalau ada proyek ayam kodok lagi ntar minta tolong yayangku untuk motretin step by step-nya.

Supaya tidak buka-buka lagi blog ini dia aku copy paste resep ayam kodok ala aku.



Ayam Kodok ala Rina rinso


Bahan Isi:


1 ekor ayam sekitar 800 gr, ambil dagingnya saja (kulitnya tetap utuh)

500 gr daging ayam giling

500 gr daging sapi giling

4 potong roti tawar, rendam dalam air, kemudian peras

2 butir telur ayam besar

2 sdt gula

1 ½ sdt garam (bisa dikurangi, atau sesuai selera)

½ sdt merica

¼ sdt chicken powder (misalnya royco, masako, dll) bisa juga di tiadakan atau dihilangkan
1/2 sdt pala

4 butir telur rebus (untuk isi pada ayam)

Tips : kalau bahan untuk isian ayam kodok masih ada sisa, maka bisa diberdayakan untuk membuat bakso, atau untuk daging burger.

Pengoles :

1 sdm margarin

1 sdm madu

1 sdm kecap manis

¼ sdt pala

½ sdt merica



Saus :

3 sdm mentega

2 sdm terigu (cairkan dengan 100 ml kaldu dari 500 ml kaldu yg tersedia)

5 sdm kecap manis

3 sdm kecap inggris

1 bawang bombay, cincang kasar

500 ml kaldu

2 sdt garam (bisa di skip, karena menurut usiaku tanpa garam udah asin)

2 sdt gula

½ sdt merica

½ sdt pala




Cara Membuat ayam kodok :

1. Aduk semua bahan Isi ayam kodok sampai rata (kecuali telur rebus untuk isi).

Tips : Biasanya sebelum dimasukkan ke dalam ayam aku icip dulu adonan isi ini. Caranya ambil 1 sendok makan adonan kemudian panaskan di atas wajan tanpa minyak. Kalau sudah matang bisa di icip-icip apa kekurangannya.

2. Masukkan bahan isi ke dalam kulit ayam.

Tips : Masukkan adonan isi ke dalam kantong segitiga. Potong bagian ujung plastik segitiga. Isikan adonan isi ke kulit ayam.

3. Masukkan telur rebus di 4 bagian, di samping sayap kiri-kanan dan samping paha kiri-kanan. Isi kulit ayam dengan adonan sampai penuh dan bentuknya seperti ayam utuh.

4. Jahit bagian leher dan bagian bawah ayam (utuhkan bagian “brutu-nya”) kemudian tusuk-tusuk ayak kodok supaya saat dipanggang tidak robek.

5. Olesi ayam dengan bahan pengoles. Panggang ayam sampai matang.

Tips : Ayam dipanggang selama 40 menit dan di tutup dengan aluminium foil. Kemudian buka aluminium foil dan lanjutkan memanggang 30 menit lagi, sambil sesekali di olesi dengan bahan pengoles.


Membuat saus :

1. Tumis bawang bombay dengan mentega hingga matang, masukkan semua bumbu (kecuali tepung terigu) dan 400 ml kaldu. Masak sampai mendidih.

2. Masukkan terigu cair dan aduk sampai rata. Setelah mendidih angkat.


Ayam kodok disajikan dengan saus dan dilengkapi dengan kentang goreng, wortel, buncis rebus dan mentimun.

Semoga bermanfaat.

Cap Cay ala rina rinso

Thursday, July 15, 2010

Selama ini aku kalau bikin cap cay gak berani pakai banyak bumbu. Paling-paling cuma pakai bawang putih dan jahe aja.

Nah kemarin aku beli buku dan jadi tertarik mencoba yang ada di dalam buku itu (soalnya selama ini kalau beli buku resep lebih sering terkagum-kagum dengan foto hasil masakannya tetapi belum tentu aku praktekkan hahaha). Mencoba untuk insyaf kalau beli buku resep itu mestinya harus di coba.

Yang membuatku tertarik, cap cay di resep itu menggunakan saus dan kecap yang selalu ada di dapurku, yaitu kecap ikan, minyak wijen dan saus tiram.

Maka berbekal dengan resep dari

90 menu ala resto untuk 30 hari

aku mencoba membuat cap cay goreng tetapi seperti biasa aku buat ala aku. Bahan-bahannya aku sesuaikan dengan yg aku suka tetapi bumbunya tetap seperti di buku resep itu. Ada sih bahan yg aku gak pakai seperti angciu, tetapi meskipun tanpa angciu rasa cap cay ini menurutku lebih mantap daripada yg biasa aku buat dengan bumbu minimalis. Trus kanji juga aku skip karena supaya lebih segar aja sih. Trus meskipun gak pakai royco atau masako, tetapi rasanya tetep nendang banget lho. Mungkin karena sudah pakai bumbu, saus dan kecap macam-macam tadi ya.

Cap cay buatanku ini disebut cap cay goreng kok banyak kuah, tetapi di sebut capcay kuah tetapi kok kuahnya gak banjir banget. Jadinya aku sebut ini sebagai cap cay ala rina rinso.

Selamat mencoba, semoga bisa menjadi inspirasi.




Cap Cay ala rina rinso

Bahan :
1 buah kembang kol, potong per-kuntum
3 buah wortel, potong serong tipis
1 gelondong sawi putih, potong sesuai selera
1 bungkus kurang lebih 10 butir jamur merang, belah jadi 4.
1000 rupiah sawi hijau mungkin hanya 2-3 rumpun, potong-potong
10 buah bakso sapi
1 pasang fillet paha ayam potong kotak kecil
2 buah daun bawang, potong-potong
minyak untuk menumis

Bumbu :
3 siung bawang putih, cincang
1/2 buah bawang bombay, potong besar-besar
2 sdm kecap ikan
1 sdm saus tiram
1 sdm minyak wijen
garam
merica
gula pasir
300 cc air

Cara membuatnya :

1. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai layu. Masukkan bakso dan ayam yang sudah dipotong kotak-kotak. Aduk rata sampai ayam berubah warna.

2. Masukkan wortel, kembang kol dan jamur merang.

3. Masukkan air dan rebus sampai wortel dan kembang kol setengah matang (tandanya, belum terlalu empuk).

4.Masukkan sawi putih, sawi hijau dan daun bawang. Masukkan bumbu-bumbu.

5. Masak dengan api besar hingga sawi putih dan hijau layu.

6. Icip-icip dan siang di hidangkan.

Zuppa Soup ala rina rinso

Sunday, June 27, 2010

Zuppa soup adalah salah satu menu one dish meal yang Nadya dan Ivan suka banget. Apapun yang ada di dalam cream soup itu, asalkan dikemas dengan puff pastry yang cantik, maka Ivan dan Nadya tanpa banyak cincong akan melahapnya. Semua jenis sayur mayur yang ada di situ akan dikunyah tanpa banyak tanya. Berbeda jauh kalau mesti makan sup dan nasi, susah banget sayura mayur masuk.

Secara Ivan dan Nadya suka sama Zuppa Soup, jadinya menu ini jadi menu andalan kalau dalam suatu rentang waktu Ivan dan Nadya ogah makan sayur.


Hari Minggu ini cream soup-nya aku buat dari ayam (bagian paha, favorit-ku dan keluarga kecilku), jamur (pakai yg jamur kaleng) dan jagung manis (beli utuh trus di sisir dan di rebus).

Untuk resepnya aku pakai seperti ini.

Sup Krim Jamur dan Jagung

Bahan :

2 siung bawang putih, cincang halus
1 buang bawang bombay, iris kasar.
1 kaleng jamur, potong
fillet ayam bagian paha 3 buah ( 3 paha atas dan 3 paha bawah)
2 buah jagung manis, di sisir kemudian direbus
3 sdm terpung terigu
Susu cair (misalnya susu Ultra yg plain)
Kaldu
garam, merica dan sedikit gula.
Margarin dan minyak untuk menumis
Penyedap rasa tanpa MSG (bisa di skip)

Cara membuat :

1. Masukkan 1 sdm margarin dan 1 sdm minyak goreng ke dalam penggorengan, panaskan. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.

2. Setelah harum masukkan potongan ayam, aduk rata hingga ayam berubah warna.

3. Setelah ayam berubah warna masukkan jamur dan jagung.

4. Kemudian masukkan tepung terigu, aduk sampai rata dan matang. Tandanya sudah tidak ada lagi bentuk terigu (warna putih) di penggorengan.

5. Masukkan susu sedikit demi sedikit supaya tidak bergerindil. Jumlah cairan (susu dan kaldu) di sesuaikan dengan selera. Karena tujuanku supaya anak-anak kenyang makan dan bukan minum cairan sup, jadi aku buat krim sup-nya kental dan cenderung tidak berkuah. Tapi kalau membuat krim sup untuk di cocol dengan roti aku pilih krim sup yang berkuah banyak.

6. Setelah semuanya matang tambahkan garam, merica, dan sedikit gula. Apabila mau bisa ditambahkan penyedap rasa. Sup nya sudah siap. Sekarang tinggal di susun dengan puff pastry.

Sampai saat ini aku belum pernah membuat puff pastry sendiri, yang aku lakukan adalah beli jadi di toko bahan kue Titan di jl. Fatmawati.



Caranya seperti di atas. 1 resep sup tadi itu pas untuk 10 buah aluminium foil oval personal. Pas juga dengan jumlah puff pastry yang sudah dipotong ukuran 13 x 13 sebanyak 10 lembar.

Masukkan sup ke dalam aluminium foil, kemudian tutup dengan puff pastry.

Kemudian panggang dengan suhu 180 derajat selama 15-20 menit.


Kalau sudah matang hasinya kira-kira seperti di atas itu.
Barisan yang dekat dengan tembok puff pastry-nya kurang mengembang karena panas oven-ku tidak rata. Bagian itu kurang mendapatkan panas. Sedangkan barisan yang jauh dari tembok mengembang dengan cantik puff pastry-nya karena suhu oven-nya pas.

Nah... aku sudah sharing resep zuppa soup ala rina rinso, semoga bisa jadi inspirasi.

Selamat memasak.

Update 14-3-2011.

Kalau ingin praktis, sementara di rumah gak ada asisten, zuppa soup aku jadikan main course-nya. Karena main course jadi jumlahnya harus lebih banyak daripada porsi sup biasa. Karena porsinya lebih besar jadi mesti menggunakan mangkok yg lebih besar.



Mangkok di bawah itu sebetulnya ukurannya biasa tetapi tidak biasa untuk zuppa soup. Loyang sebagai alasnya itu ukuran 20x20 jadi bisa dibayangkan kan besarnya si mangkok.

Karena alasan praktis puff pastry Edo langsung aku patahkan (puff pastry Edo dilipat lagi menjadi 4 lembar ukuran 20 x 20) dan langsung aku letakkan di atas mangkok.

Gak pakai di beri perekat, bahkan bagian atas juga gak dikasih apa-apa (karena bak cuci piring nanti makin menggunung kalau mesti mecahin telur dan menggunakan kuas untuk mengoles di atas puff pastry).

Setelah siap, aku oven dengan suhu tinggi (200 derajat) selama 15-20 menit.



Hasilnya seperti gunung mau meletus....

Ebi Furai ala kadarnya

Tuesday, March 9, 2010

Ibu-ibu dan bapak-bapak...ini nih mau sharing lagi salah satu menu andalan di rumah. Frozen food rumahan yang bisa dibuat sendiri. Lebih murah dan lebih puas makannya :)
Gak mau rugi ya. Ya iya dong, kalau sudah bisa buat sendiri kan lebih enak buat sendiri di rumah.

Udang ini, kalau sudah di panir bisa disimpan di freezer dalam jumlah banyak. Nanti sewaktu-waktu kalau ingin makan ebi furai ini tinggal di keluarkan dulu dari freezer, biarkan 10-15 menit kemudian setelah itu goreng deh. Menggorengnya tidak usah terlalu lama kerena nanti kalau terlalu lama menggoreng daging udang keras dan gak juicy lagi.

Karena aku lagi rajin jadi aku buat juga step by step pembuatan ebi furai ini ya, semoga bermanfaat.

Salam hangat dari dapur yang hangat (panas kompor maksudnya hehehe)



Ebi Furai ala kadarnya.

Bahan :
Udang yang sudah dikupas, sisakan bagian ekornya.
Air jeruk nipis untuk melumuri udang.
Telur, kocok lepas.
Garam dan merica.
Tepung terigu
Tepung panir panko
Minyak untuk menggoreng.

Caranya :



1. siapkan bahan-bahan yang diperlukan. Cuci udang sampai bersih, lumuri dengan air jeruk nipis.

2. Udang dibelah di bagian punggun. Bersihkan bagian hitam-hitamnya.

jangan lupa bagian perut juga dikerat supaya nanti udang tidak bengkok/saat digoreng bisa lurus.


3. Setelah semua udang dibelah dan dikerat beri bumbu garam dan merica sesuai selera. Kemudian masukkan ke dalam tepung terigu, lumuri semua bagian sampai tertutup terigu.



4. Setelah itu masukkan udang berselimut terigu ke dalam kocokan telur. Ratakan ke seluruh permukaan terigu. Karena kalau tidak terkena adonan telur nanati tepung panko-nya tidak menempel.


5. Baru gulingkan di atas piring yang ada tepung panko-nya.



Kalau ingin lebih tebal tepung panko-nya bisa disemprot atau di ciprati dengan air supaya tepung panko menggumpal.


Emang ada bedanya ?
Ada dong.
Di piring atas itu, udang yang tepung panirnya tipis artinya tepung panko-nya kering. Sedangkan di bagian kanan yang kelihatan lebih gendut, itu karena tepung panko-nya di perciki air dulu.

Nah setelah udang selesai dipanir masukkan dulu ke kulkas sebentar supaya tepung panirnya melekat erat dan tidak mudah rontok saat digoreng.
Atau bisa juga disimpan di freezer untuk di goreng dan disajikan kapan-kapan.



Ebi furai yang hangat nikmat untuk di santap.

Nugget Udang

Sunday, March 7, 2010


Salah satu menu makan praktis. Bisa buat sekaligus banyak trus di masukkan ke freezer. Kalau mau makan di thawing dulu trus digoreng sreng sreng sreng..

Karena buatan sendiri bisa dicetak macam-macam bentuk yang bisa menambah selera makan anak.

Resepnya ada di blog lama ku tapi ini aku tulis 2 kali-nya ya biar lebih puas... (buat yg tidak alergi udang hehehe).



Nugget Udang

Bahan :
500 gr udang kupas
4 butir telur
4 sdm sagu atau bisa juga tapioka
1 sdt garam dan merica
2 sdt gula
2 sdt kecap ikan
4 siung bawang putih, haluskan (pakai cara diparut aja biar praktis)

minyak untuk mengoles
plastik untuk alas loyang

loyang ukuran 24 x 24
cookie cutter untuk mencetak

Bahan pelapis :
telur
tepung panir


Cara membuat :

1. Masukkan semua bahan ke dalam food processor. Kemudian mainkan food processornya dan haluskan bahan-bahan hingga halus dan tercampur rata.

2. Olesi loyang dengan minyak goreng, kemudian beri alas plastik dan oles sekali lagi dengan minyak goreng.

3. Kukus selama kurang lebih 30 menit sampai matang. Dinginkan.

4. Setelah dingin bisa dipotong sesuai dengan selera. Bisa langsung dihidangkan, atau digoreng sebentar atau diberi tepung panir. Bisa disimpan di freezer sebagai salah satu alternatif frozen food siap saji di rumah.

Selamat mencoba semoga bisa jadi inspirasi.




Ayam Kung Pao ala rina rinso

Wednesday, August 19, 2009

Hari Senin tgl 17 Agustus kemarin Nadya ikutan latihan menghias cupcake dan cookies yang diadakan sama mbak Ani di kompleks rumahnya di Gema Pesona. Selain mendapatkan cookies dan cupacke rupanya ada demo masak juga dari Sharp yg menampilkan chef Rudy (netter milis Orange Kitchen juga). Resep yang ditampilkan adalah makanan yang bisa dimasak menggunakan magic jar alias rice cooker. Selain nugget dengan white sauce atau bechamel sauce ada juga ayam kung pao.

Nadya sudah oke dengan bechamel sauce dan ayam kung pao-nya, jadi malam ini aku mau membuat ayam kung pao. Karena gak punya buku resepnya Rudy jadi aku search di internet.

Pakem dari ayamkung pao adalah cabe kering dan kacang mede. Secara dirumah 2 bahan penting itu gak ada jadinya ya bikin ayam kung pao ala rina rinso aja deh. Bumbunya menggunakan yg ada di rumah. Semuanya masuk dan cemplung dengan takaran kira-kira seperti di bawah ini.




Ayam Kung Pao ala rina rinso

Bahan :

ayam fillet, paling enak sih bagian paha, potong sesuai selera.
bisa dipotong memanjang bentuk strip, atau bentuk bite size kotak.
Ayam yang sudah dipotong direndam dengan saus marinade ayam selama kurang lebih 30 menit.


Saus untuk marinade ayam :

1 sdm kecap asin
5 sdm kecap manis
1 sdm minyak wijen
2 sdm kecap ikan
3 sdm saus tiram
2 sdm tepung tapioka


Bumbu :

3 siung bawang putih, cincang
1 buah bawang bombay, iris memanjang
1 buah paprika, potong kotak
merica hitam, tumbuk kasar

Cara membuat :
1. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombay den paprika. Masak hingga bawang bombay dan paprika layu.
2. Masukkan ayam yang seudah direndam bersama dengan bumbu rendamannya. Masak hingga berubah warna. Aku lebih suka ayam yg juicy karena itu tidak perlu diungkep terlalu lama. Asalkan semua ayam sudah matang segera angkat. Taburi dengan merica hitam. Aduk rata dan siap dihidangkan.


Nadya dan Ivan sedang antri di belakang 1 piring ayam kung pao-nya. Nadya sudah tidak sabar untuk nambah ayam kung pao-nya lagi. Sedangkan Ivan melarang sang kakak mengambil ayam kung pao yang sedang di foto sama bundanya :)

Lucu.

Dan semoga bisa menjadi inspirasi.

Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino