Showing posts with label latihan bareng. Show all posts
Showing posts with label latihan bareng. Show all posts

Latbar Pizza PKK RW 19 Kelurahan Tugu

Tuesday, October 21, 2014

Hari ini buat latbar pizza.
Pesrtanya ibu-ibu di kompleks rumah.
Menggunakan resep pizza tanpa ulenan yang pernah aku buat. Sengaja dengan pizza tanpa ulenan supaya praktis.









Fudgy Brownies, Cerita di Baliknya.

Wednesday, September 21, 2011


Sore ini rumahku kedatangan tamu. Anak-anak muda yang sedang giat-giatnya belajar.
Kali ini anak-anak ingin belajar membuat kue. Anak-anak ya..hehehe..akunya yang udah tua. Eh selain anak-anak Technonatura ada juga 1 orang mentor (yg kebetulan 1 almamater denganku di jurusan yang sama juga)

Aku jadi ingat kue pertama yang pernah aku buat, brownies. Saat itu aku masih di kelas 4 (atau 5 SD) dan mama gak punya oven maupun loyang. Berbekal kenekatan (baca resep dari majalah Gadis) aku pinjam oven dan loyang di tetangga sebelahku yang sudah seperti saudara. Hasilnya sudah bisa di duga...bener-bener bantat :))

Brownies pertama buatanku gosong, item, keras seperti batu, pokoknya tidak layak makan. Jadi oven dan loyang aku kembalikan ke tetanggaku tanpa ada icip-icip-nya. Ya gimana mau ngasih icip-icip kalau kue-nya gagal.

Kemudian saat aku kuliah di bandung sempat ikutan kursus masak (pertama kalinya ikutan kursus masak nih) sama Vietha Savitri. Lokasinya seingatku di jl. Rama. Materinya brownies. Ada 3 macam brownies yang di ajarkan tp sayang catatanku hilang dan aku cuma punya salinan 2 macam brownies. Salah satunya aku buat tadi sore.



Aku pilih brownies karena menurutku relatif gampang, tidak pakai alat yg neko-neko, tetapi hasilnya bisa di pujikan :)

Ini ya resepnya, aku copy paste dari coretanku.


Fudgy Brownies


Bahan :

A . 80 gr weisjman (kalau aku sih tadi pakai butter orchid merah)
150 gr dcc (tadi anak-anak bawa yg milk, jadi ya pakai yg milk aja gpp)

B. 210 gr gula kastor (tadi pakai Gulaku hijau)
3 butir telur
1/2 sdt garam (tadi gak pakai)

C. 120 gr terigu serbaguna (misalnya segitiga biru)
15 gr susu bubuk
25 gr coklat bubuk
1 sdt vanili bubuk
100 gr almond ( 60 gr di cincang untuk dimasukkan ke adonan, 40 gr untuk taburan)

Cara membuat :

1. Bahan A di tim.
2. Bahan A dan bahan B di satukan, kemudian aduk rata.
3. Masukkan bahan C sambil di aduk rata.
4. Terakhir masukkan almodn cincang dan aduk rata
5. Cetak pada loyang 10 x 30 (tadi aku pakai loyang 20 x 20)
6. Panggang 15 menit, taburi almond, kemudian masak lagi hingga matang.

Tadi pakai suhu 170-an. Trus di menit ke 15 permukaan sudah kering jadi gak jadi di tabur dengan almond.





Kemudian sambil menunggu brownies matang kita buat bolu kukus strawberry. Bahannya sama seperti bolu kukus yang coklat tapi susunya pakai strawberry. Trus karena pakai susu strawberry warnanya pucat jadi aku tambah pewarna pink beberapa tetes.


Alhamdululillah diberi kesibukan

Thursday, June 2, 2011

Alhamdulillah di akhir bulan Mei ini aku boleh dibilang agak sibku dibandingkan dengan hari pada umumnya. Beberapa hal yang membuatku merasa tetap "hidup" adalah :

Bersama teman-teman lama dan baru berkumpul di garasi dan membuat cheesecake serta opera.


Untuk video cara menyiram ganache di atas opera supaya mulus bisa di lihat di fb-nya mbak Mira

Kemudian ada sedikit kegiatan narsis,membuat cake yg dihias dengan coklat modeling. Kegiatan one man show ini di rekam dan konon kabarnya akan ditayankan di acara coffee break TV One. Belum tahu kapan :)




Mengerjakan pesanan yang bagiku luar biasa, karena memang tidak setiap saat aku membuat cake seperti yang ini.

Atau saat ada urusan dengan edible cokalt transfer, dimana Ike yg berdomisili di Alam Sutera Serpong tidak bisa mengirim transfer sheet-nya tapi kok ya alhamdulillah di akhir pekan itu aku ada undangan di Sport Center Alam Sutera yang tidak jauh dari rumahnya Ike.
Ternyata membuat coklat dengan transfer sheet memang kelihatan lebih bagus euy, jadi ketagihan nih hehehe...sayang Ike jauh, coba kalau Iceu/mbak Uning bikin juga aku mungkin beralih pakai transfer sheet ini untuk coklat.


Jadi aku benar-benar bersyukur dan semoga teman-teman juga gak ragu-ragu lagi kalau mau main di garasi rumahku yg hangat (benar-benar hangat karena tidak ada AC cuma ada fan aja hehehe).

Bikin Cookies Bersama Level 1 dan Kak Arie

Tuesday, October 5, 2010


Alhamdulillah hari ini bisa membuat sesuatu yang bermanfaat. Kebetulan pas mau mencoba resep cookies yg baru kok ya pas kak Arie membutuhkan cookies untuk dihias anak-anak. Benar-benar pas nih, alhamdulillah...

Nah resep yang aku pakai untuk membuat cookies di atas itu aku dapat setelah googling dan sepertinya kok responnya positif banget. Ini neh, resepnya aku ambil dari blog yang ini ya. Akan tetapi bahan yang aku pakai disini gak pakai baking powder, garam dan vanila ekstrak.
Resep di bawah ini adalah resep ala aku :

Resep Sugar Cookies

Bahan :

3 cup (360 gr) terigu segitiga biru
2 stik (226 gr) mentega aku kemarin pakai baker's mix
1 cup (191 gr) gula bubuk
1 butir telur
1 sdt vanila

Cara membuat :

1. Campur gula, vanila, dan mentega, kocok hingga rata.
2. Masukkan telur, kocok sampai rata.
3. Masukkan terigu sambil diaduk dengan spatula atau sendok kayu. Aduk sampai rata. jangan kaget kalau masih lengket.
4. Bungkus dengan plastik cling wrap dan masukkan ke kulkas paling tidak selama 1 jam.
5. Kalau sudah mengeras giling dan cetak.
6. Oven dengan suhu 150 derajat selama 10-15 menit atau sampai matang.
7. Hias dengan royal icing.


Komentarku :

1. Cookies ini amat sangat lengket, makanya perlu masuk kulkas 3 kali sewaktu membuat cookies dengan resep ini. Begitu aku merasa lembek banget si adonan langsung aku masukkan ke kulkas dan menunggu adonan mengeras.

2. Aku pikir adonan ini lembek banget karena gulanya banyak sekali. Dan tidak heran kalau hasil akhirnya, si sugar cookies ini emang manis.

3. Menurut Nadya cookies kali ini ada rasanya :)
Mungkin maksudnya manis.
Yup, dari beberapa resep cookies yang pernah aku coba, baru 1 kali ini aku buat menggunakan resep dari luar negeri dan rasanya memang manis abis :))

4. Selain manis ada rasa crispy di cookies ini, mungkin karena gula yang banyak tadi.

5. Secara keseluruhan, untuk-ku cookies ini terlalu manis bila akan di hias dengan royal icing. tetapi kalau untuk langsung dimakan, cookies ini bisa jadi cookies andalan.

Nah kembali lagi ke level 1 yang mentor-nya kak Arie, karena waktu tidak memungkinkan, jadi untuk sekarang cookies sudah aku baut dan anak-anak tinggal menghias dengan royal icing.







Seharusnya cookies yang sudah jadi akan dijual.



Tetapi begitu anak-anak melihat hasil karya mereka masing-masing...hhhmmmm....terlalu sayang untuk dijual :)

Gak tahu tuh akhirnya bagaimana nasib cookies-cookies itu, apakah dijual atau dibawa pulang.




Belajar Bersama-sama Membuat Ayam Kodok

Sunday, August 15, 2010

Hari ke-4 bulan ramadhan ini ada sedikit keramaian di garasi rumah. Ada apa gerangan ?
Ada perempuan muda cantik-cantik yang semangat 45 mau belajar membuat ayam kodok.
Gayung bersambut. Jadinya di hari ke-4 ini kita buat latihan bareng membuat Ayam Kodok.
Modal nekat aja deh sharing sama teman-teman yang bersemangat tinggi ini. Soalnya aku juga senang bikin ayam kodok.

Gak sempat bikin foto step by step-nya soalnya semuanya pada gak rela kalau kehilangan moment menelanjangi ayam dari kulitny hehehe.. Sedangkan resepnya aku pakai seperti resep yang biasa aku pakai.

Jadi foto-foto di sini adalah hasil jepretan Nadya.

Setelah belajar menguliti ayam berikutnya mencoba klapetaart Wilton dari Dapur Ajaib-nya Marlian. Nyam nyam nyam... Terima kasih Lian mau sharing tips dan trik-nya sukses membuat klapetart.

Oke jeng-jeng sekalian terima kasih sudah mau datang ke rumah ya. Kebetulan ilmuku cuma segitu jadi mohon maaf bila ada yang kurang. Dan semoga kelebihannya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.




Garasi bawah yang dihias cantik oleh anak-anak level 4 (menyambut bulan ramadhan) dimanfaatkan sebagai tempat untuk belajar membuat ayam kodok.





Selain belajar, sharing itu perlu lho. Sharing apa saja. Tapi kita gak bergunjing atau menyebar gossip kok ;)



Ayam yang sudah dihilangkan kulitnya.


Pose sebelum pulang. Masing-masing membawa 1 ekor ayam kodok yang dibuat dari ayam organik bawaan Lian. Jadi sudah pada tahu kan jeng-jeng kenapa harga ayam kodok kok segitu, karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguliti si ayamnya.




Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino