Cake Marmer

Thursday, October 18, 2018

Salah satu favoritku adalah cake marmer. Cake sederhana tetapi menurutku enak dan lezat.

Berawal dari kesukaanku itu, aku jadi mencari dan mencari resep cake marmer yang sesuai dengan seleraku. Dan pencarian dimulai saat ada tetangga yang juga menginginkan hal yang sama, cake marmer yang empuk dan lembut dengan wangi nostalgia.

Maka mbah google pun mulai ditanya. Di instagram-pun sering lihat resepnya para chef. Buku-buku resep dan majalah dibolak-balik. Sampai akhirnya ada 1 resep yang sederhana banget dan kelihatan jadulnya. Bahannya tidak banyak dan yang penting tanpa bahan tambahan makanan, kecuali vanili bubuk.

Awalnya agak skeptis dengan resepnya, karena kesederhanaanya itu tadi. Dan untuk lemaknya menggunakan Blueband saja, ga ada penambahan mentega/butter. Cuma aku harus coba karena kebetulan sejak beberapa tahun terakhir ini lidahku sensitif dengan rasa bahan pengembang, emulsifier dan bahan tambahan pangan lainnya. Dan begitu melihat dan mencium hasilnya...wowww.. aku langsung jatuh bangun terpesona dengan cake marmer ini :)




Percobaan pertama menggunakan loyang bundar diameter 24 cm. Teksturnya, wanginya, penampakannya, aku sudah langsung jatuh cinta. Cuma waktu memanggang agak kurang lama jadi di bagian tengah masih ada sedikit bagian yang masih basah.

Ada sedikit yang aku kasih ke tetangga yang sering pesan ke aku dengan request cake marmer yang moist (dan aku belum pernah memuaskan hatinya) dan ternyata responnya positif. Aku jadi makin semangat.






Percobaan kedua menggunakan loyang tulban diameter 26 cm yang aku punya. Hasilnya membuatku makin senang. Alhamdulillah... dapat juga cake marmer yang selama ini yang inginkan. Lihat postingan ini eh ada tetangga yang pesan. Sip lah. Aku buatin deh. Dan alhamdulillah tetangga cocok dengan cake ini.


Dan aku makin senang lah. Aku coba dengan dengan loyang yang diameternya lebih kecil, pakai loyang tulban baru, pakai loyang yang sedianya untuk roti tawar. Pokoknya seisi rumah mabok dengan cake marmer ini.





Bahkan ada yang menggunakan tepung kethobetic dan gula diabetasol untuk membuat cake marmer ini dan ini hasilnya.




Dan komentarnya ?



Waaa.. makin membuatku semangat lagi nih.

Duh, ternyata banyak juga ya cerita pembukanya. Kalau begitu langsung ini ya resepnya. Semoga cocok juga dengan yang membaca.






Cake Marmer

Bahan :
12 kuning telur
8 putih telur
350 gr gula halus
400 gr blueband
300 gr terigu serbaguna (misalnya segi tiga biru)
20 gr cokelat bubuk/kurang lebih 2 sdm
1/2 sdt vanila

Cara membuat :

1. Panaskan oven. Olesi loyang tulban diameter 26 cm dg pengoles loyang atau margarin.

2. Kocok gula halus dengan blueband dengan mikser kecepatan tinggi sampai putih mengembang. Masukkan kuning telur satu persatu sambil dikocok dengan speed rendah. Kocok sampai rata.

3. Masukkan terigu dan vanila. Aduk rata. Sisihkan.

4. Di wadah yang bersih kocok putih telur sampai kaku. Masukkan ke dalam adonan mentega dan gula. Aduk sampai rata.

5. Ambil 1/3 bagian adonan, beri cokelat bubuk. Aduk rata.

6. Masukkan adonan ke dalam loyang. Lapisan pertama adonan putih, kemudian adonan cokelat, setelah itu adonan putih lagi dan terakhir adonan cokelat. Buat motif marmer dengan garpu.

7. Panggang dalam oven suhu 180 selama 50-60 menit atau sampai matang (bisa dilakukan tes tusuk).



Catatan : 

Kekuatan tiap mikser berbeda, kalau pakai kitchen aid dengan paddle attachment untuk mengocok mentega dan gula dengan kecepatan 8 perlu waktu 5-6 menit saja.

Yang bikin wangi khas jadul itu penggunaan blueband nya.

Cake ini bisa pakai baking pan juga.

Kalau setengah resep bisa menggunakan loyang 10 x 26.





Nah segitu aja resepnya, sederhana kan. Tanpa banyak bahan tambahan, jadi insya Allah aman untuk lidah yang agak sensitif dengan bahan tambahan pangan.

Selamat mencoba.

Bolu Kukus Putih Telur

Thursday, January 5, 2017

Assalamu'alaikum.

Sudah lama juga blog dapur ini gak di isi dengan sesuatu yang baru. Mumpung tahun baru, semangat masih baru, aku posting resep yang baru aku coba beberapa hari yang lalu ya.

Berawal dari tumpukan putih telur di freezer, aku membuat cake ini. Sebetulnya sudah mencatat resep ini beberapa waktu yang lalu tapi belum tergerak untuk mencoba. Baru kemarin aku mencobanya dannnnn... aku sukaaa..

Resepnya hasil googling dan dapat di blog-nya Inev dan lihat fotonya yang cantik jadi kepingin mencoba hehehe.

Ini ya resepnya, plus beberapa catatan dari yang aku pakai. Untuk caranya juga sedikit berbeda dengan yg ada di blog itu.






Bolu Kukus Putih Telur

Bahan :

500 ml putih telur (aku pakai 550 gr)
325 gr gula pasir (aku pakai 275 gr)
1 set emulsifier
1/2 set garam
100 ml susu cair (aku pakai ultra plain)
50 gr mentega di cairkan
250 gr terigu (aku pakai dakra, karena segitiga nya habis)
1 sdt baking powder (aku pakai 1/2 set)
Pasta strawberry
Pasta moka
Pasta pandan
Vanila essens (tambahanku)
Moka kopi essens (tambahanku)

Cara Membuat :


1. Kocok putih telur, gula, dan emulsifier sampai kental.
2. Ayak terigu, baking powder dan garam.
3. Masukkan campuran terigu ke dalam kocokan telur. Aduk rata.
4. Tuang susu cair dan mentega cair sambil aduk rata.
5. Bagi adonan menjadi 4 dan beri pasta dan essens yang sudah disiapkan.
6. Tuang adonan ke dalam loyang 20x20x7 yang sudah diberi alas kertas roti dan dioles dengan mentega.
7. Kukus setiap lapis selama 7 menit. Angkat. Keluarkan dari loyang. Dinginkan. Potong-potong.





Drip Cake

Friday, December 16, 2016










Beberapa contoh drip cake produksi Dapur Pochopa.

Kursus Sacher dan Opera Cake di Baking Daily

Sunday, December 11, 2016

Hari Sabtu kemarin alhamdulillah diberi kesempatan untuk ngajar Sacher cake dan Opera cake di baking Daily Depok.

Berikut gambar suasana saat kursus.






















Aneka Isian untuk Roti

Friday, December 9, 2016

Nah, setelah resep untuk roti tawar dan roti manis sudah aku tulis, maka sekarang saatnya untuk menulis kembali berbagai macam isian untuk roti yang dipraktekkan di Bungasari Innovation Center tempo hari.


Resep roti-nya bisa dilihat di resep roti tawar atau resep roti manis. Resep itu sudah di praktikkan di Bungasari Innovation Center.



Keju Susu (isian/filling)

Bahan :

250 gr    keju cheddar
100 gr    SKM (susu kental manis)

Cara membuat :

Campur keju dan SKM jadi 1.


Topping Sapporo

Bahan :

100 gr    butter/mentega
75 gr      gula halus
300 gr    terigu Hana Emas

Cara Membuat :

Campur semua bahan menjadi 1.

Supaya rasa menjadi lebih legit, bisa ditambahkan 50 gr cream cheese.

Cara meng-aplikasikan di atas roti. Celup roti ke air, kemudian gulingkan di atas topping.



Big Egg

Bahan :

150 ml air
130 gr butter/mentega
100 gr terigu Hana Emas
7 butir telur

Cara Membuat :


  1. Masak air hingga mendidih. Masukkan mentega dan terigu, aduk rata. Angkat. Dinginkan.
  2. Setelah dingin, masukkan telur satu persatu sambil dikocok.
  3. Masukkan ke cantone plastik segi tiga, sias digunakan. 
NB : Adonannya akan encer sekali.



Filling Sarikaya Pandan

Bahan :

250 gr   sarikaya
100 gr   cream cheese
100 gr   gula halus

Cara Membuat :

Kocok semua bahan hingga rata, bulatkan (20-25 gr). Siap digunakan sebagai isian roti. Di kelas tempo hari isian ini digunakan untuk roti dengan topping Big Egg.










Melon Pan ala Bungasari

Saturday, November 26, 2016


Sekarang aku posting lagi resep kedua yang aku dapatkan saat mengikuti workshop Japanese Bread Making Class di Bungasari Innovation Center di jl. Pakubuwono VI. Nama roti yang dibuat adalah Melon Pan. Dari adonan roti ini bisa dijadikan berbagai macam jenis roti manis. Karena pada dasarnya roti ini adalah jenis roti manis. Kandungan gulanya banyak. Butternya juga melimpah. Untuk isian dan topping roti disesuaikan dengan kreatifitas.






Melon Pan ala Bungasari 


Bahan Roti :

800 gr    tepung KABUKI GOLD
200 gr    tepung BOLA SALJU
20 gr      ragi instan
4 gr        bread improver
200 gr    gula pasar
50 gr      susu bubuk
2 butir    kuning telur
2 butir    telur utuh
125 gr    susu cair
350 gr    air dingin
15 gr      garam
125 gr    margarin atau butter

Cara Membuat :


  1. Campur terigu KABUKI dan terigu BOLA SALJU, ragi instan, bread improver, gula pasir, dan susu bubuk di dalam mangkuk mikser. Aduk hingga tercampur rata.
  2. Masukkan kuning telur, telur, susu cair, dan air. Aduk hingga membentuk adonan (1/4 kalis).
  3. Masukkan margarin dan garam, aduk hingga kalis.
  4. Angkat dan diamkan adonan selama kurang lebih 10 menit.
  5. Potong dan timbang adonan seberat 55 gr. Bultkan adonan.
  6. Diamkan adonan kembali selama 5 menit.
  7. Buang gasnya, bentuk memanjang dan tipiskan.
  8. Letakkan adonan topping di atasnya sesuai selera.
  9. Susun di dalam loyang yang sudah diberi pemoles loyang.
  10. Diamkan atau proofing selama kurang lebih 90 menit hingga adonan mengembang (di luar dengan suhu ruang).
  11. Poles bagian permukaannya dengan bahan polesan.
  12. Panggang di dalam oven dengan suhu atas dan bawah 190 0C selama 12-15 menit.
  13. Angkat dan dinginkan pada rak pendingin. (cooling tray).




Hasil roti yang di uji coba hari Rabu yg lalu di Bungasari Innovation Center. Yang bentuknya seperti roti tawar itu Pullman Cheese Bread yang sudah aku posting resepnya beserta tips dan trip pembuatannya.

Untuk Melon Pan ini ada beberapa tips dan trik juga yang diajarkan chef Kelik.

Untuk urutan pengerjaannya sewaktu di Bungasari adalah sebagai berikut.

Pertama.

Peserta menimbang dan mengukur bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat Pullman Cheese Bread. Kemudian adonan roti dicampur dengan adonan sponge yang sudah disiapkan sebelumnya oleh tim chef Bungasari. Adonan sponge bisa disimpan selama 24 jam di dalam kulkas. Apabila suhu masih terlalu dingin, bisa ditambahkan 1-2 gr ragi instan untuk mempercepat proses fermentasi. Cara menyimpan adonan sponge adalah, campur semua bahan sponge kemudian biarkan mengembang setengah kali lipat kemidian baru tutup dengan cling wrap dan masukkan ke dalam kulkas. Jadi kesimpulannya jangan memasukkan adonan sponge yang masih baru di campur langsung ke dalam kulkas. Karena saat baru dicampur, ragi instan belum bekerja. Apabila adonan didiamkan dulu di suhu ruang, maka ragi bisa bekerja dulu sesaat sebelum dia tidur (di dalam kullas aktifitas ragi menurun dan bisa dibilang ragi sedang tidur).

Setelah adonan Pullman Cheese Bread sudah kalis elastis, didiamkan dulu, dibungkus dengan cling wrap di meja kerja. Sementara itu kami mulai menyiapkan adonan untuk membuat Melon Pan ini.

Kedua.

Setelah adonan Melon Pan sudah kalis elastis, adonan Pullman Cheese Bread kembali di sentuh. Gas-nya dibuang kemudian dipotong dan ditimbang dan selanjutnya dibulatkan. Kemudian di istirahatkan. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam loyang roti tawar dan di diamkan lagi.


Ketiga.

Adonan roti melon pan di potong-potong dan ditimbang 55 gr kemudian dibulatkan. Setelah semua adonan dibulatkan, barulah dibentuk satu-persatu sesuai dengan selera. Saat membentuk roti, adonan yg sudah dibulatkan hanya perlu dibuang gas-nya kemudian langsung dibentuk sesuai selera, tidak perlu di rounding lagi. Kalau di rounding lagi maka adonan harus diistirahatkan lagi 5-10 menit kemudian baru bisa di isi.















Dengan adonan dakar dari Melom Pan, roti bisa di isi dengan berbagai macam isian. Isian roti yang di praktekkan hari itu antara lain keju susu dan sarikaya. Sedangkan untuk toppingnya kita praktek cara membuat topping sapporo dan big egg. 



Pullman Cheese Bread ala Kabuki Gold

Wednesday, November 23, 2016

Hari Rabu kemarin (23 November 2016) alhamdulillah aku diajak oleh komunitas NCC Berbagi (NCCB) untuk mengikuti workshop di Bungasari Innovation Center di jl. Pakubuwono VI no 11 Jakarta. NCCB adalah salah satu bagian kegiatan dari NCC (Natural Cooking Club) yang digagas oleh mbak Pipi. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh NCCB, terutama dalam hal berbagi ilmu dan pengetahuan ketrampilan. Salah satu kegiatan NCCB yang pernah aku ikuti adalah pelatihan membuat kue kering di Rusunawa Jatinegara. Di rusun itu NCCB mengajarkan berbagai macam resep kue kering yang laku untuk dijual. Untuk melakukan kegiatan itu memerlukan sponsor dan salah satunya adalah produsen terigu Bungasari.

Keamarin Bungsari memberikan workshop untuk NCCB di gedung Innovation Centernya di jl. Pakubuwono Jakarta Selatan. Aku nebeng berangkat dan pulang dengan Bubu (Yulia Zenith) dan Uni Honest. Karena kelas dimulai jam 08.30 jadi kami mesti berangkat pagi. Maklum, jalanan Jakarta macet adalah suatu yang harus di anticipais. jadi jam 6 aku sudah menunggu dengan manis di Halte UI menunggu mobil Bubu datang menjemputku.

Dan di bawah ini aku tulis 1 dari 2 resep yang di praktekkan bersama-sama. Kami dibagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok di temani oleh seorang chef.



Pullman Cheese Bread ala Kabuki Gold


Bahan Sponge

600 gr   tepung terigu Kabuki Gold
12 gr     ragi instan
2 gr       bread improver
5           butir telur
150 gr   air es

Cara membuat sponge

1. Aduk tepung terigu Kabuki, ragi, bread improver.
2. Kook telur dan air dingin, masukkan campuran tepung terigu, aduk dengan mikser kecepatan rendah selama 2 menit (3/4 kalis).
3. Diamkan adona  selama 3 jam.

Bahan Dough

400 gr    tepung terigu Kabuki Gold
30 gr      susu bubuk
150 gr    gula
20 gr      garam
150 gr    susu cair
150 gr    butter
250 gr    keju (potong dadu)

Cara membuat adonan :

  1. Masukkan gula, garam, dan susu cair ke dalam mangkuk, aduk hingga larut
  2. Masukkan tepung terigu Kabuki Gold, susu bubuk, dan adonan sponge. Aduk perlahan hingga menggumpal.
  3. Naikkan kecepatan mikser, aduk selama 6 menit.
  4. Turunkan kecepatan mikser, masukkan butter, aduk hingga rata.
  5. Naikkan kembali kecapatan mikser, aduk selama 5 menit atau hingga kalis.
  6. Tuna keju, aduk perlahan hingga rata.
  7. Diamkan adonan selama 35 menit. Buang gas pada adonan. Diamkan kembali selama 20 menit.
  8. Potong adonan sebesat 250 gr, bulatkan dan diamkan adonan selama 10 menit.
  9. Buang gas pada adonan, bulatkan dan susun di dalam loyang 12 x 12 x 25 cm sebanyak 2 baux adonan.
  10. Diamkan adonan selama 45-60 menit. Poles bagian atas roti dengan telur, parut keju di atasnya.
  11. Panggang dengan suhu 250 0C selama 35 menit atau hingga matang.
  12. Siap di sajikan.

Saat praktek kemarin, banyak sekali tips dan trik yang diberikan chef Kelik (yang mendampingin kelompokku). Cara mengenali adonan yang kalis elastis, cara rounding adonan roti, dll.

Beberapa tips yg aku ingat adalah :

Cara untuk mengetahu kapan adonan yg di proofing sudah siap untuk di oven, yaitu 

a. saat adonan di tekan, adonan membal dan kembalt superti semula dengan perlahan-lahan. Apabila adonan saat di tekan belum mimbal artinya belum cukup waktu proofing, apabila saat ditekan tetapi membal dengan cepat artinya over proofing. 
b. saat loyang di gerakkan, adonan bergerak seperti jelly/agar-agar. 
c. ukurannya 2 sampai 2 1/2 kali dari adonan semula.











Dapurnya Rina Rinso Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino